Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bulgaria Diam-Diam Pasok Amunisi ke Ukraina

Bulgaria diam-diam memberi Ukraina amunisi yang mencakup sepertiga dari kebutuhan tentara Ukraina.
Pekerja darurat di lokasi serangan rudal Rusia di Dnipro, Ukraina./Bloomberg
Pekerja darurat di lokasi serangan rudal Rusia di Dnipro, Ukraina./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelidikan yang dilakukan oleh WELT, surat kabar Jerman, menemukan bahwa Bulgaria diam-diam memberi Ukraina amunisi yang mencakup sepertiga dari kebutuhan tentara Ukraina.

Surat kabar WELT menyampaikan bahwa pemerintah Bulgaria mengizinkan perantara untuk mengekspor amunisi ke Ukraina melalui perantara di luar negara, dan tidak langsung ke Ukraina.

Pihaknya mengungkap bahwa Bandara Rzeszow Polandia yang terletak 70 kilometer dari perbatasan Ukraina, memainkan peran utama dalam pengiriman amunisi ke Ukraina.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa rute darat pengiriman amunisi juga melintasi Rumania dan Hongaria, seperti dilansir dari TASS, Rabu (18/1/2023).

Perdana Menteri (PM) Bulgaria, Kiril Petkov, yang menjabat sejak Desember 2021 hingga Agustus 2022 mengatakan kepada WELT terkait amunisi yang dipasok ke Ukraina itu.

“Menurut perkiraan kami, sekitar sepertiga dari amunisi yang dibutuhkan tentara Ukraina pada fase awal perang berasal dari Bulgaria,” kata Petkov.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmitry Kuleba juga telah mengkonfirmasi bahwa Bulgaria telah memberikan bantuan amunisi tersebut ke Ukraina.

"Kami tahu bahwa ada sejumlah besar amunisi yang dibutuhkan di gudang Bulgaria, jadi Presiden Ukraina (Volodymyr Zelensky) mengirim saya agar saya dapat menggunakan pengaruh diplomatik untuk mendapatkan bahan yang diperlukan," katanya. 

Kuleba mengunjungi Sofia, ibu kota Bulgaria pada April lalu. Petkov mengatakan kepada menteri Ukraina bahwa situasi dalam negeri sedang sulit, tetapi berjanji untuk melakukan segala upaya. 

Selain itu, Kuleba berpendapat bahwa pemerintah Bulgaria tidak seharusnya memberikan dukungan militer langsung ke Ukraina.

Menurutnya, ini lebih ke masalah perusahaan Ukraina dan perusahaan dari negara NATO yang diberi kesempatan untuk membeli keperluan dari vendor Bulgaria.

Sementara itu, menurut WELT, ekspor amunisi dari Bulgaria itu disponsori oleh Inggris Raya dan Amerika Serikat (AS).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Erta Darwati
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper