Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rumah Diduga Milik Menkeu Sri Mulyani Didatangi Massa Usai Demo Ricuh

Kericuhan demo di Jakarta meluas, rumah diduga milik Menkeu Sri Mulyani di Bintaro didatangi massa pada 31 Agustus 2025, pukul 01.41 WIB.
Ibad Durrohman, Newswire
Ibad Durrohman & Newswire - Bisnis.com
Minggu, 31 Agustus 2025 | 05:54
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada wartawan terkait RAPB dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025).  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada wartawan terkait RAPB dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ringkasan Berita
  • Kericuhan unjuk rasa di Jakarta meluas hingga ke kawasan permukiman, dengan massa mendatangi rumah yang diduga milik Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro.
  • Barang-barang seperti perhiasan, lukisan, dan perabotan rumah tangga diambil oleh massa, yang terekam dalam video dan tersebar di media sosial.
  • Penjarahan ini menambah daftar rumah pejabat yang menjadi sasaran massa sejak gelombang protes dimulai, termasuk rumah anggota DPR Eko Patrio di Kuningan.

* Ringkasan ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA — Kericuhan aksi unjuk rasa di Jakarta semakin meluas hingga merambah ke kawasan permukiman. Pada Minggu (31/8/2025) dini hari, massa dilaporkan mendatangi sebuah rumah yang diduga milik Menteri Keuangan Sri Mulyani di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.

Peristiwa tersebut terekam dalam sejumlah unggahan di media sosial. Dalam salah satu video yang beredar, tampak kerumunan warga  masuk ke dalam rumah yang beralamat di Mandar Bintaro Sektor 3A.

Dilansir dari akun Instagram @info_cileduk, penjarahan terjadi sekitar pukul 01.41 WIB. Sejumlah massa terlihat membawa keluar barang-barang kebutuhan rumah tangga seperti kursi, televisi, panci, hingga teko. Tak berhenti di situ, para penjarah juga disebut mengambil lukisan dan perhiasan dari dalam rumah yang diduga milik Sri Mulyani.

“Dapat apa itu, Bang?” tanya pembuat video.

“Dapat perhiasan, lah…” jawab salah satu pelaku sambil memperlihatkan barang rampasannya.

Kejadian ini menambah panjang daftar rumah pejabat negara yang menjadi sasaran amukan massa sejak gelombang protes pecah pada 25 Agustus lalu.

Sebelumnya, Rumah Anggota DPR RI Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio di Jalan Karang Asem 1, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, dijarah massa pada Sabtu (30/8/2025) malam, pascademonstrasi yang berlangsung di kawasan pusat ibu kota.

Melansir Antara, sejumlah perabotan rumah tangga, pakaian, hingga barang elektronik tampak berserakan, lantai rumah itu penuh serpihan kaca pintu dan jendela yang pecah dilempar benda keras.

Beberapa orang terlihat membawa kursi, lampu, kursi, koper, speaker studio dan kasur keluar dari rumah yang disebut milik Eko, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut sekaligus Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Bahkan, sejumlah kucing peliharaan ikut dibawa oleh massa yang masuk ke dalam rumah. "Kucing mau saya adopsi," kata salah satu warga sambil menggendong seekor kucing anggora yang diambilnya dari dalam kandang di basement rumah.

Petugas keamanan dan aparat berpakaian loreng lengkap yang bersiaga di luar dan dalam rumah tampak tak bisa berbuat banyak ketika orang-orang terus berdatangan.

Mereka tidak hanya demonstran yang mukanya cemong pasta gigi, tetapi juga ada kalangan pria berpakaian modis membawa mobil, ibu-ibu dan para remaja putri berpakaian tidur sibuk bolak- balik mengangkuti setiap barang berharga dari dalam rumah mewah berlantai tiga itu hingga kosong.

"Kapan lagi punya baju, sepatu milik orang kaya. Mas Eko... pak dewan yang baik... terima kasih yaa," pekik mereka bersahut-sahutan.

Sebagian besar dari warga itu mengaku tahu lokasi dan adanya aktivitas penjarahan di rumah tersebut dari sebaran video siaran langsung dan juga video cuplikan yang diunggah di sejumlah kanal media sosial.

Aktivitas orang-orang yang sibuk mengangkuti barang menjadi tontonan banyak warga yang memenuhi jalan sekitar kompleks perumahan megah itu.

"Baru sampenih, masih ada gak barang di dalem? adalah masih cari aja," celotehan dari dalam kerumunan massa.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ibad Durrohman
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro