Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemeriksaan Pelaku Penembakan di Parigi Moutong, Komnas HAM: Polisi Harus Transparan

Komnas HAM meminta polisi transparan dan adil dalam mengungkap kasus penembakan warga pengunjuk rasa di Parigi Moutong, Sulteng yang diduga pelakunya merupakan aparat penegak hukum
Wahyu Arifin
Wahyu Arifin - Bisnis.com 19 Februari 2022  |  16:27 WIB
Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam menunjukkan barang bukti berupa proyektil dan selongsong peluru - Antara
Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam menunjukkan barang bukti berupa proyektil dan selongsong peluru - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Komnas HAM RI dan Kantor Perwakilan Komnas HAM Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam beberapa hari terakhir telah melakukan pemantauan dan penyelidikan insiden penembakan warga pengunjuk rasa menolak tambang emas di Parigi Moutong beberapa waktu lalu. 

Menurut Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM M. Choirul Anam, pihaknya mengetahui mengetahui adanya proses uji balistik dan pemeriksaan terhadap sejumlah petugas kepolisian yang menangani unjuk rasa tersebut oleh Polda Sulteng. 

“Komnas HAM mendorong pemeriksaan yang transparan dan penegakan hukum bagi anggota kepolisian yang melakukan penembakan itu sekaligus mengapresiasi langkah cepat Polda Sulteng terkait pemeriksaan tersebut,“ ujar Choirul Anam dalam keterangannya, Sabtu (19/2/2022). 

Komnas HAM juga memberi perhatian terhadap proses pemanggilan saksi oleh pihak kepolisian dan berharap pemanggilan ini dihentikan. Hal ini penting untuk membangun cooling system guna membangun kondusivitas.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Sulteng Dedi Askary menyebutkan dirinya berkoordinasi dengan Komnas HAM RI untuk mendorong upaya evaluasi terhadap penanganan aksi unjuk rasa oleh Polres Parigi Moutong. 

Komnas HAM RI dan Kantor Perwakilan Komnas HAM Sulteng berharap tidak ada keberulangan kasus kekerasan oleh siapapun termasuk aparat penegak hukum baik dari unsur POLRI maupun TNI, terutama saat mengamankan aksi unjuk rasa. 

Terkait penolakan tambang emas, Komnas HAM akan mendalami lagi kasus ini, karena sejak 2012 telah terjadi penolakan. 

“Sejak 2012 tambang emas ini telah ditolak oleh warga. Kami akan mendalami penolakan ini, khususnya beberapa masalah mendasar bagi warga, seperti sumber air dan lainnya,” terang Dedi.

Sebelumnya, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi dan jajarannya menyampaikan kepada Komnas HAM pihak kepolisian berkomitmen untuk melakukan proses tersebut secara transparan, termasuk jika terbukti adanya pelanggaran hukum.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri penembakan komnas ham Parigi Moutong
Editor : Wahyu Arifin

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top