Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Posisi Benjamin Natanyahu sebagai Perdana Menteri Israel Terancam

Benjamin Natanyahu telah mengisi posisi perdana menteri selama 12 tahun. Namun, kursi itu terancam karena hal ini...
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  11:32 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. - REUTERS/Ronen Zvulun
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. - REUTERS/Ronen Zvulun

Bisnis.com, JAKARTA - Posisi Benjamin Natanyahu sebagai perdana menteri yang telah didudukinya selama 12 tahun terancam setelah pemimpin partai sayap kanan Israel Naftali Bennett pada Minggu (30/5/2021) menyatakan dukungannya untuk pemerintah persatuan Yair Lapid dari Partai Yesh Atid.

Dukungan itu secara otomatis akan menjatuhkan Benjamin Natanyahu dari kursi perdana menteri yang dikuasainya lebih dari satu dekade.

Ketua Partai Yamina Naftali Bennett memulai pidatonya dengan mengatakan Perdana Menteri Netanyahu tidak memiliki pilihan untuk membentuk pemerintahan sayap kanan.

Dikutip dari Times of Israel, Senin (31/5/2021), Bennett mengatakan pilihannya adalah pemilihan putaran kelima sejak April 2019 atau pemerintah dengan apa yang disebut "blok perubahan" dari partai anti-Netanyahu.

Akhirnya Bennett memutuskan untuk berkoalisi membentuk pemerintahan persatuan bersama Yair Lapid.

Keputusan Bennett, yang dia umumkan dalam pidato yang disiarkan televisi, dapat memungkinkan ketua oposisi Yair Lapid untuk mengumpulkan koalisi partai-partai sayap kanan, sentris dan kiri, dan memberikan Netanyahu kekalahan pemilu pertamanya sejak 1999, Reuters melaporkan.

Lapid adalah ketua partai Yesh Atid berhaluan sentris yang menempati urutan kedua setelah Partai Likud sayap kanan Netanyahu dalam pemilu 23 Maret. Namun, hasil pemilu Israel itu tidak meyakinkan untuk Netanyahu membentuk kabinet baru. Sampai akhirnya Lapid ditunjuk presiden Israel untuk mengumumkan pemerintahan baru sampai tenggat waktu Rabu ini.

Peluang keberhasilan Lapid sebagian besar terletak pada Bennett, mantan kepala pertahanan dan miliarder teknologi tinggi yang partainya menempati enam kursi di parlemen Israel beranggotakan 120. Enam kursi di parlemen Israel, Knesset, membuatnya sebagai pemegang kartu AS untuk membentuk pemerintahan yang solid.

Di bawah kesepakatan pembagian kekuasaan yang prospektif, Bennett akan menggantikan Netanyahu, kepala partai Likud yang berusia 71 tahun, sebagai perdana menteri dan kemudian memberi jalan kepada Yair Lapid dalam perjanjian rotasi kekuasaan.

"Saya mengumumkan hari ini bahwa saya bermaksud untuk bekerja dengan sekuat tenaga untuk membangun pemerintahan persatuan dengan ketua Yesh Atid Yair Lapid," kata Bennett dalam pidatonya, dikutip dari Reuters.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

israel yahudi netanyahu

Sumber : Tempo/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top