5 Terpopuler Nasional, Presiden Bisa Dimakzulkan karena Terbitkan Perppu KPK? dan Candaan Berbahaya Setnov di Persidangan

Pernyataan Surya Paloh yang menyebut penerbitan Perppu terkait revisi UU KPK bukan tidak mungkin dipolitisir dan bahkan presiden bisa dimakzulkan menjadi berita terpopuler di kanal Nasional Bisnis.com pada hari Kamis (3/10/2019).
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  17:29 WIB
5 Terpopuler Nasional, Presiden Bisa Dimakzulkan karena Terbitkan Perppu KPK? dan Candaan Berbahaya Setnov di Persidangan
Presiden Joko Widodo (tengah) saat berada di Surakarta memperingati Hari Batik Nasional, Rabu (2/10/2019). - Instgaram @jokowi

1. Presiden Bisa Dimakzulkan Karena Terbitkan Perppu KPK?

Presiden Joko Widodo sempat menyebut akan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi atau Perppu KPK.

Namun tak lama setelah itu Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyatakan bahwa Partai Politik dan Presiden sepakat untuk menolak mengeluarkan Perppu KPK. Bahkan menurut Paloh, penerbitan Perppu ini bukan tidak mungkin dipolitisir dan bahkan presiden bisa dimakzulkan (impeach).

Baca selengkapnya di sini.

2. Malaysia Usulkan Grab Didenda Rp271 Miliar

Regulator persaingan usaha Malaysia pada hari Kamis (3/10/2019) mengusulkan denda lebih dari 86 juta ringgit (Rp271 miliar juta) pada perusahaan online Grab karena melanggar undang-undang persaingan dengan memberlakukan klausul pembatasan pada pengemudinya.

Komisi Persaingan Usaha Malaysia (MyCC) memutuskan bahwa Grab yang berbasis di Singapura, yang mendapat dukungan permodalan besar dari SoftBank Group Corp, telah menyalahgunakan posisi dominannya di pasar lokal dengan melarang pengemudinya untuk mempromosikan dan menyediakan layanan iklan untuk para pesaingnya.

Baca selengkapnya di sini.

3. Tak Hanya Bom Molotov, Dosen IPB Ini Juga Siapkan Peledak Lain

Pihak berwenang menyebut bahwa dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith yang ditangkap diduga tak hanya menyiapkan bom molotov untuk membuat kerusuhan dalam aksi Mujahid 212 pada Sabtu (28/9).

Polisi menyatakan bahwa Abdul Basith juga diduga menyiapkan bahan peledak serupa bom ikan. “Barang bukti yang disita bukan bom molotov saja, sebagian besar yang disita justru sejenis bom ikan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, Rabu (2/10/2019).

Baca selengkapnya di sini.

4. WNI Tewas Akibat Jembatan Runtuh di Taiwan Bertambah

Warga Negara Indonesia (WNI) yang tewas dalam insiden jembatan ambruk di Taiwan bertambah. Sebelumnya, dilaporkan dua WNI ditemukan tewas.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengatakan dalam operasi pencarian oleh otoritas setempat, satu WNI yang sebelumnya dilaporkan hilang diduga tertimpa reruntuhan jembatan akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Baca selengkapnya di sini.

5. Candaan Berbahaya Setnov di Persidangan: Anggota DPR Langsung Habiskan Uang Korupsi KTP-E

Kemana uang jatah anggota DPR dari korupsi KTP-Elektronik? Setya Novanto punya jawaban menarik.

Mantan Ketua DPR Setya Novanto dengan bercanda mengatakan para anggota DPR yang disebut menerima uang dari proyek KTP-Elektronik langsung menghabiskan uang yang mereka dapatkan segera setelah mereka menerimanya.

Baca selengkapnya di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, KPK, dpr, malaysia, jembatan, wni, taiwan, ipb, bom molotov, setya novanto, korupsi e-ktp, Grab Taxi

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top