Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Progres Perppu KPK, Setkab : Hanya Presiden yang Tahu

Sekretaris Kabinet Pramono Anung enggan berkomentar mengenai progress peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  12:33 WIB
Presiden Joko Widodo berpidato saat menghadiri Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue 2019 di Bali, Selasa (20/8/2019). Forum internasional yang memetakan kerjasama antara Indonesia dan negara-negara Afrika itu mengangkat tema connecting for prosperity. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo berpidato saat menghadiri Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue 2019 di Bali, Selasa (20/8/2019). Forum internasional yang memetakan kerjasama antara Indonesia dan negara-negara Afrika itu mengangkat tema connecting for prosperity. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Sekretaris Kabinet Pramono Anung enggan berkomentar mengenai progress peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Presiden yang tahu. Yang jelas urusan ini hanya Bapak Presiden yang tahu dan tidak perlu dimultitafsirkan,” kata Pramono Anung di kantornya, Rabu (2/10/2019).

Presiden Jokowi dalam keterangan resminya di Istana Negara, Kamis (26/9/2019), mengaku tengah mempertimbangkan untuk menerbitkan Perppu KPK di tengah desakan sejumlah kelompok masyarakat.

Gelombang demonstrasi dari mahasiswa dan pelajar bahkan menyeruak untuk menentang revisi UU No. 20 Tahun 2002 dan meminta Presiden segera menerbitkan perppu.

Sebelumnya,Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan rencana penerbitan Perppu KPK justru akan menunjukkan lemahnya kewibawaan Presiden karena menganulir keputusannya sendiri lewat surat presiden (surpres).

"Kan baru saja Presiden teken berlaku [revisi UU KPK], masa langsung Presiden sendiri menarik itu. Di mana kita mau tempatkan kewibawaan Pemerintah? Baru meneken berlaku lalu satu minggu kemudian ditarik lagi. Logikanya di mana?" kata Wapres JK, Selasa (1/10/2019).

Penerbitan perppu juga tidak serta merta menjamin emosi masyarakat mereda sehingga unjuk rasa di Jakarta dan sejumlah daerah akan terhenti. "Belum tentu juga. Siapa yang menjamin?" tambahnya.

Wapres pun berpendapat agar polemik UU KPK yang sudah direvisi itu diselesaikan di Mahkamah Konstitusi melalui uji materi, meskipun UU baru tersebut belum dinomori.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perppu revisi uu kpk
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top