Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gerindra Klarifikasi Isu Keranggangan Hubungan Prabowo dan Megawati

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan hubungan antara Prabowo Suboanto dan Megawati Soekarnoputri baik-baik saja
Gerindra Klarifikasi Isu Keranggangan Hubungan Prabowo dan Megawati. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat ziarah makam Presiden keempat RI K.H. Abdurrahman Wahid di Pesantren Tebuireng, Minggu (21/5/2023)./ Twitter @Kemhan_RI
Gerindra Klarifikasi Isu Keranggangan Hubungan Prabowo dan Megawati. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat ziarah makam Presiden keempat RI K.H. Abdurrahman Wahid di Pesantren Tebuireng, Minggu (21/5/2023)./ Twitter @Kemhan_RI

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah isu kerenggangan hubungan antara Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, hubungan antara Prabowo dan Megawati baik-baik saja.

"Dalam beberapa kesempatan bertemu dan acara-acara yang kemudian mengundang beliau berdua kita lihat dalam pertemuan itu juga biasa. Hubungannya baik," ujar Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2023).

Dia mengaku bingung ada isu kerenggangan hubungan antara Prabowo dan Megawati. Bahkan, dia tak menutup kemungkinan dalam waktu dekat keduanya akan bertemu.

"Saya pikir pertemuan-pertemuan antara dua tokoh politik ini [Prabowo dan Megawati] dalam rangka silaturahmi kemudian dalam rangka mendinginkan, membuat adem suasana, diperlukan," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menyebut Megawati terlalu sering membohongi ketua umum partainya, Prabowo.

Desmond merasa lebih percaya dengan kader PDIP lainnya yaitu Presiden Joko Widodo (Jokowi) daripada dengan Megawati. Dia menyatakan lebih suka Jokowi yang melakukan komunikasi politik dibandingkan dengan Megawati.

"Saya lebih percaya Jokowi daripada Megawati. Sudah banyak Megawati bohongin Pak Prabowo," ujar Desmond di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/5/2023).

Dia curiga jika pihak PDIP ingin mengajak bertemu dengan pihak Gerindra maka hanya bermaksud untuk merayu agar Prabowo mau jadi calon wakil presiden (cawapres) untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Masalahnya, lanjut Desmond, baik Gerindra dan PDIP sudah punya capres masing-masing. Gerindra dengan Prabowo sedangkan PDIP dengan Ganjar.

"Megawati sudah mengumumkan Ganjar ya, mana mungkin Ganjar mau jadi wakil Prabowo. Sementara Prabowo sudah ditetapkan oleh partai sebagai calon presiden. Ketemu untuk apa?" ungkap Wakil Ketua Komisi III DPR itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper