Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina: Rusia Mengganas, Zelensky Putar Otak Siapkan Serangan Balasan

Rusia terus menggencarkan serangan Ukraina. Zelensky juga tidak akan menyerah begitu saja.
Ileny Rizky
Ileny Rizky - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  13:43 WIB
Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina: Rusia Mengganas, Zelensky Putar Otak Siapkan Serangan Balasan
Warga membersihkan puing-puing di sebelah gedung perkantoran yang ditembaki malam sebelumnya di dekat pusat kota Kharkiv saat serangan Rusia ke Ukraina di Kharkiv, Ukraina. REUTERS - Leah Millis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perang Rusia vs Ukraina kini memasuki hari ke- 281. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terus menyusun strategi demi memberikan pukulan balik ke pasukan Rusia yang dalam beberapa waktu terakhir semakin menguat.

Presiden Ukraina itu mulai mengkhawatirkan sejumlah wilayahnya yang mulai terancam akan dikuasai secara penuh oleh Rusia. Oleh karena itu, Zelensky terus menganalisis setiap gerak-gerik yang dilakukan oleh musuhnya.

"Masalah utamanya adalah wilayah Donetsk, Luhansk, Kharkiv, Zaporizhzhia, Kherson, Krimea, wilayah garis depan, dan perbatasan negara kita," sebut Zelensky dalam pidatonya, dikutip dari media lokal Ukraina pada Kamis (1/12/2022).

"Kami sedang menganalisis niat para penjajah dan sedang mempersiapkan tindakan-tindakan balasan yang bahkan lebih kuat dari sekarang," sambungnya.

Dilansir The Guardian pada Kamis (1/12/20222) Zelensky mengatakan bahwa meskipun Rusia terus menggencarkan serangan Ukraina, dia dengan optimistis mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan menyerah begitu saja. Zelensky tidak akan menyerahkan satu sentimeter tanah Ukraina ke musuhnya itu.

"Kami sedang mempersiapkan solusi baru. Kami juga menyiapkan solusi baru untuk mencegah Rusia memanipulasi kehidupan internal Ukraina. Kami akan merinci ini pada waktunya," ujar Zelensky.

Selain itu, sekitar enam juta warga Ukraina di sebagian besar wilayah dilaporkan masih terputus dari listrik.

"Situasi tetap sangat sulit di ibu kota, serta di wilayah Kyiv, Vinnytsia, Lviv, Odesa, Khmelnytskyi, dan wilayah Cherkasy. Insinyur daya dan utilitas, semua layanan kami akan terus berupaya untuk menstabilkan sistem," sebut Zelensky.

Meneruskan hal itu, Zelensky tak bosan untuk mengingatkan warganya agar dapat menghemat pemakaian listrik demi mengurangi lonjakan penggunaan energi yang mengakibat adanya pemadaman listrik.

Rangkaian peristiwa perang Rusia vs Ukraina hari ke- 281:

– Satu orang terluka akibat serangan bom di Kedutaan Ukraina

Seorang petugas keamanan di kedutaan Ukraina di Madrid dilaporkan terluka ketika membuka bom surat yang ditujukan kepada duta besar pada Rabu (30/11/2022)

"Petugas keamanan menderita luka ringan," kata pejabat pemerintah Spanyol Mercedes Gonzalez kepada penyiar Telemadrid.

Setelah insiden itu, menteri luar negeri Ukraina Dmytro Kuleba memerintahkan semua kedutaan Kyiv di luar negeri untuk segera memperkuat keamanan.

– Eropa usulkan pengadilan khusus untuk selidiki Rusia

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen telah mengusulkan pengadilan khusus untuk menyelidiki dan menuntut kejahatan agresi Rusia terhadap Ukraina.

Selain itu,  Ursula von der Leyen juga ingin menggunakan hasil dana Rusia yang telah dibekukan di bawah sanksi barat untuk membantu Ukraina.

– Rusia mulai serang Ukraina Timur

"Pasukan Rusia tengah mencoba maju di Ukraina timur. Rusia dikatakan sedang melatih tembakan tank, mortir, dan artileri ke Kherson di selatan," kata militer Ukraina.

– Ukraina butuh sistem pertahanan buatan AS

"Ukraina membutuhkan sistem pertahanan rudal Patriot buatan AS untuk melindungi infrastruktur sipilnya, di bawah serangan berat Rusia, kata menteri luar negeri," Dmytro Kuleba

Selain itu Kuleba menambahkan  bahwa dirinya akan bekerja sama dengan pemerintah Jerman dalam masalah ini. 

– Rusia peringatkan NATO untuk tidak memberi bantuan sistem ke Ukraina

Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan NATO pada Selasa (29/11/2022) agar tidak memberi Ukraina sistem Patriot.

– Inggris umumkan babak baru sanksi terhadap 22 orang rusia

"Inggris telah mengumumkan babak baru sanksi terhadap 22 orang Rusia, termasuk mereka yang terlibat dalam mendaftarkan penjahat untuk berperang di Ukraina,"  ujar Menteri Luar Negeri James Cleverly.

Cleverly mengatakan bahwa departemennya akan menargetkan sejumlah pejabat baru, termasuk Wakil Perdana Menteri Denis Manturov, yang bertanggung jawab atas pasokan peralatan pasukan.

– Intelijen Luar Negeri Rusia akan bahas masalah nuklir 

Kantor berita RIA melaporkan bahwa kepala dinas intelijen luar negeri Rusia, Sergei Naryshkin,akan membahas masalah nuklir dan Ukraina dalam pertemuan bulan ini dengan direktur CIA, William Burns.

Selain itu, Kuasa Usaha di Kedutaan AS di Moskow Elizabeth Rood, sebelumnya mengatakan kepada RIA bahwa Burns tidak merundingkan apa pun dan dia tidak membahas penyelesaian konflik di Ukraina.

– Moskow promosikan kepala insinyur baru untuk pembangkit Zaporizhzhia

"Moskow telah mempromosikan kepala insinyur pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, Yuriy Chernichuk, untuk menjadi kepalanya," sebut badan nuklir Rusia Rosenergoatom.

Diketahui, posisi tersebut sebelumnya telah kosong sejak bulan Oktober, ketika Kyiv mengatakan bos pabrik Ihor Murashov diculik oleh otoritas Rusia.

Kepala administrasi Militer daerah Zaporizhzhia Oleksandr Starukh mengatakan bahwa serangan Rusia di wilayah itu mengenai titik distribusi gas, yang menyebabkan kebakaran. Namun tidak ada korban luka atau korban jiwa atas insiden ini.

– Satu orang tewas atas penembakan di Kherson

"Satu orang  tewas dan seorang lainnya cedera dalam penembakan Rusia di kota Kherson, Ukraina selatan,"  kata Yaroslav Yanushevych.

Selain itu, beberapa bangunan tempat tinggal dan fasilitas medis dilaporkan telah rusak di Kherson.

– Ukraina mengklaim telah menyingkirkan 500 tentara Rusia dalam 24 jam terakhir 

Ukraina mengklaim telah menyingkirkan 500 pasukan Rusia dalam 24 jam terakhir, sehingga total yang tewas dalam pertempuran sejak 24 Februari menjadi sekitar 88.880 orang.

Sementara itu, staf umum angkatan bersenjata mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil melumpuhkan tiga tank dan enam pengangkut personel lapis baja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina perang Rusia Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top