Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Perang Rusia Vs Ukraina: NATO Janjikan Lebih Banyak Senjata untuk Ukraina

NATO berjanji memberi lebih banyak senjata untuk Ukraina, serta membantu perbaikan infrastruktur energi yang rusak parah akibat serangan rudal Rusia.
Surya Dua Artha Simanjuntak
Surya Dua Artha Simanjuntak - Bisnis.com 30 November 2022  |  09:46 WIB
Perang Rusia Vs Ukraina: NATO Janjikan Lebih Banyak Senjata untuk Ukraina
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dalam pernyataan menjelang pertemuan Menteri Luar Negeri NATO di Bukares Rumania, Selasa (29/11/2022). - TASS
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – NATO berjanji memberi lebih banyak senjata untuk Ukraina, serta membantu perbaikan infrastruktur energi yang rusak parah akibat serangan besar-besaran rudal dan pesawat tak berawak milik Rusia.

Dilansir BBC pada Rabu (30/11/2022), Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menuduh Rusia, "mencoba menggunakan musim dingin sebagai senjata perang."

Serangan Rusia telah menyebabkan jutaan warga Ukraina kehilangan akses listrik dan aliran air pada suhu yang sangat dingin.

Di sisi lain, Ukraina selama berbulan-bulan telah meminta NATO untuk mengirim sistem pertahanan udara yang lebih canggih.

Konvensi Jenewa menyebut, bahwa serangan terhadap warga sipil, atau infrastruktur penting untuk kelangsungan hidup mereka, dapat diartikan sebagai kejahatan perang.

Awal pekan ini, jaksa agung Ukraina mengatakan kepada BBC bahwa serangan Rusia termasuk sebuah genosida.

Pada pertemuan di Berlin, menteri kehakiman dari kelompok negara-negara G7 mengatakan mereka akan mengoordinasikan penyelidikan atas dugaan kejahatan perang yang dilakukan di Ukraina.

"Pengujian yudisial atas kekejaman yang dilakukan di Ukraina akan memakan waktu bertahun-tahun, bahkan mungkin puluhan tahun. Tapi kami akan mempersiapkan diri dengan baik dan kami akan bertahan selama diperlukan," kata Menteri Kehakiman Jerman Marco Buschmann.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin dan pejabat senior Kremlin lainnya menyangkal tuduhan bahwa pasukannya melakukan kejahatan perang.

Pada Selasa (29/11/2022), NATO mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa serangan bertubi-tubi Rusia ke warga sipil dan jaringan energi Ukraina telah menghilangkan jutaan layanan dasar.

Oleh sebab itu, negara-negara anggota NATO berjanji akan membantu Ukraina memperbaiki infrastruktur energinya dan melindungi warga dari serangan rudal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina Rusia nato vladimir putin
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top