Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Zelensky: Rusia Tidak Berhenti Menyerang Ukraina hingga Kehabisan Rudal

Volodymyr Zelensky memprediksi Rusia tidak akan berhenti menyerang Ukraina hingga kehabisan rudal.
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 29 November 2022  |  14:48 WIB
Zelensky: Rusia Tidak Berhenti Menyerang Ukraina hingga Kehabisan Rudal
Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menggelar forum diskusi publik bertajuk "Dari Hati-ke-Hati: Presiden Ukraina, Volodymyr ZelenskyyMenyapa Indonesia", Jumat (27/5/2022). JIBI - Bisnis/Afifah Rahmah
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memprediksi Rusia tidak akan berhenti menyerang Ukraina hingga kehabisan rudal.

Oleh karena itu, dia memperingatkan warga Ukraina untuk mengantisipasi musim dingin dan kegelapan yang brutal pada waktu yang akan datang.

Rusia telah melakukan menembakkan rudal besar-besaran terhadap infrastruktur energi Ukraina nyaris setiap pekan sejak awal Oktober lalu.

Setiap rentetan serangan memiliki dampak yang lebih besar dari serangan terakhir karena kerusakan parah dan musim dingin yang sangat dingin.

Zelensky dalam pidatonya semalam mengatakan dia memperkirakan serangan baru pekan ini bisa sama buruknya dengan pekan lalu, dan menjadi yang terburuk, sehingga membuat jutaan orang tidak memiliki pemanas, air atau listrik.

"Kami memahami bahwa para teroris sedang merencanakan serangan baru. Kami mengetahui fakta ini, dan selama mereka memiliki misil, sayangnya, mereka tidak akan tenang," kata Zelensky seperti dilansir dari CNA, Selasa (29/11/2022).

Pihak Kyiv mengatakan serangan Rusia menargetkan infrastruktur Ukraina, untuk menyakiti warga sipil, dan menjadikan serangan itu sebagai kejahatan perang. 

Moskow membantah tuduhan itu, tetapi pekan lalu mengatakan penderitaan tidak akan berakhir kecuali Ukraina menyerah pada tuntutan Rusia.

Adapun di Kyiv, salju turun dan suhu mencapai titik beku saat jutaan orang di Ibu Kota Ukraina berjuang mengatasi kurangnya pasokan listrik dan pemanas sentral yang disebabkan oleh gelombang serangan udara Rusia.

Operator jaringan nasional, Ukrenergo mengatakan pada Senin (28/11/2022) bahwa pihaknya terpaksa melanjutkan pemadaman darurat di daerah-daerah di seluruh negeri setelah kemunduran dalam upayanya untuk memperbaiki infrastruktur energi.

Pemadaman Darurat

Unit-unit listrik di beberapa pembangkit listrik harus melakukan pemadaman darurat dan permintaan listrik telah meningkat karena cuaca dingin bersalju.

"Begitu penyebab pemadaman darurat dihilangkan, unit akan kembali beroperasi, yang akan mengurangi defisit dalam sistem tenaga dan mengurangi jumlah pembatasan bagi konsumen," katanya.

Pada Senin (28/11/2022) malam, staf umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan Rusia terus melakukan penembakan terhadap target utama Bakhmut dan Avdiivka di Provinsi Donetsk, dan ke utara, membombardir daerah di sekitar kota Kupiansk dan Lyman.

Pasukan Rusia juga telah memperkuat posisi di wilayah pendudukan dan menyerang kota-kota di tepi barat Sungai Dnipro, termasuk Kherson, yang ditinggalkan oleh Moskow pada awal bulan ini.

Selain itu, pasukan Ukraina juga telah merusak jembatan kereta api di utara Kota Melitopol yang diduduki Rusia, yang telah menjadi tempat untuk memasok pasukan Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik Perang Rusia Ukraina Ukraina Volodymyr Zelensky
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top