Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jokowi Diminta Stabilkan Harga Bahan Pokok, Ini Alasannya

Presiden Jokowi didesak menstabilkan harga kebutuhan pokok untuk menumbuhkan lagi kepuasan dan kepercayaan publik ke Pemerintah Pusat.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 25 Oktober 2022  |  16:11 WIB
Jokowi Diminta Stabilkan Harga Bahan Pokok, Ini Alasannya
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan pada Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia (WCCE) ke-3 di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/10). (Tangkapan layar ANTARA - Indra Arief)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Jokowi didesak menstabilkan harga kebutuhan pokok untuk menumbuhkan lagi kepuasan dan kepercayaan publik ke Pemerintah Pusat.

Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah mengatakan, meskipun hasil survei litbang Kompas terhadap Presiden Jokowi menurun drastis pada bidang penegakan hukum dan ekonomi, namun hal tersebut masih bisa diperbaiki oleh pemerintah.

Dalam survei tersebut, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf secara keseluruhan pada periode Oktober 2022 adalah 62,1 persen. Angka tersebut turun 5 persen dibanding survei Juni 2022 atau turun 11,8 persen dibanding survei Januari 2022.

"Menurut saya Pemerintah Pusat harus fokus mengendalikan harga supaya tidak naik, tetap stabil. Tentu menjaga tingkat inflasi tetap terkendali," tuturnya, Selasa (25/10).

Selain itu, menurut Trubus, Pemerintah juga harus fokus pada ketersediaan dan pemerataan pangan di tengah ancaman krisis pangan global. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah antisipasi terjadinya penyelewengan pangan oleh oknum tertentu.

"Jadi pangan itu harus dibuat sedemikian rupa ketersediaannya karena prediksi krisis pangan akan terjadi. Pemerintah sekarang harus fokus pada kementerian-kementerian yang langsung berurusan dengan pangan. Itu harus kolaborasi, koordinasi. Jangan ego sektoral lagi," katanya.

Menurutnya, Pemerintah juga harus fokus pada konsumsi rumah tangga dengan menjaga daya beli masyarakat dan keteraksesan komoditas pangan. 

Dia mengaku khawatir dengan kemiskinan ekstrim yang menunjukkan peningkatan.Dia mengatakan kemiskinan ekstrim bisa memicu ketidakpercayaan publik pada pemerintah. "Kemiskinan ekstrim ini akan menjadi momok bagi terjadinya publik distrust. Jadi saya khawatir itu," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi harga bahan pokok
Editor : Puput Ady Sukarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top