Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Andi Arief Sebut Wawancara Jokowi di Metro TV Mengerikan bagi Demokrasi, Mengapa?

Politiku Partai Demokrat Andi Arief menyoroti pernyataan presiden dalam wawancara khusus dengan Metro TV.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 28 November 2020  |  15:08 WIB
Andi Arief - Antara
Andi Arief - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Andi Arief menyebut pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam wawancara dengan Metro TV mengerikan bagi demokrasi.

Hal itu disampaikan melalui cuitan pada akun twitter pribadinya @AndiArief_ pada Sabtu (28/11/2020).

"Melihat wawancara pak Jokowi di Metro TV cukup mengerikan bagi demokrasi," tulis Andi Arief.

Dia menilai pernyataan Presiden Jokowi dalam wawancara itu membenarkan dugaan banyak pihak bahwa ada perintah Presiden pada TNI untuk menurunkan baliho dan mengejar Habib Rizieq Shihab.

"Publik membacanya, demi kepentingan pribadi Presiden Jokowi bisa gunakan TNI," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengapresiasi tindakan tegas yang dilakukan Pangdam Jaya Dudung Abdurachman usai terjadinya kerumunan besar di Jakarta.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam dalam wawancara khusus dengan Metro TV berjudul "Jurus Jokowi Atasi Pandemi" yang diunggah pada akun youtube metrotvnews, Kamis (26/11/2020).

"Itu saya kira memang ketegasan itu yang kita perlukan. Tapi tetap semua harus dalam koridor aturan dan koridor undang-undang yang berlaku. Saya apresiasi ketegasan-ketegasan seperti itu," kata Jokowi.

Seperti diketahui, Pangdam Jaya dengan tegas menyatakan akan menindak pihak yang berupaya mengganggu kesatuan dan persatuan di Jakarta.

Pangdam Jaya juga memerintahkan jajarannya untuk mencopot baliho-baliho yang tidak sesuai peraturan, termasuk baliho imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Selain itu, dalam wawancara tersebut Jokowi juga menyampaikan tanggapannya mengenai kerumunan yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Jakarta pada masa pandemi Covid-19.

"Selalu saya sampaikan kepada ketua komite [KPCPEN], ketua satgas, dan daerah semuanya agar yang namanya kerumunan-kerumunan besar itu dihindari, kerumunan sedang pun dihindari, kerumunan kecil pun diingatkan. Sehingga ketegasan itu penting sekali," ujar Jokowi.

Jokowi juga menekankan pentingnya penegakkan terhadap aturan, penegakkan terhadap hukum kekarantinaan itu betul-betul harus diikuti oleh seluruh pihak.

"Diharapkan kita menjadi contoh dari kedisiplinan dari melakukan protokol kesehatan," imbuh Jokowi.

Agar peristiwa kerumunan tidak kembali terjadi Presiden Jokowi juga meminta adanya ketegasan dari pihak yang berwenang.

"Komitenya harus tegas, satgas harus tegas, satgas daerah harus tegas, semuanya sampai provinsi dan kabupaten/kota. Kalau tidak apa yang dikerjakan selama 8 bulan lebih ini jadi sia-sia," ujarnya.

Dalam wawancara tersebut, Jokowi juga membahas sejumlah hal mulai dari penanganan pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi nasional, hingga vaksin Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi tni habib rizieq Andi Arief Pangdam Jaya
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top