Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri KKP Ditangkap KPK, Begini Dampaknya ke Calon Kepala Daerah dari Gerindra

Calon Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan masyarakat Sumbar sudah cerdas berpolitik. Masyarakat akan melihat integritas dan pengalamannya bersama Indra Catri sebagai kepala daerah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 November 2020  |  20:29 WIB
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan digelar pada 9 Desember 2020. - KPU
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan digelar pada 9 Desember 2020. - KPU

Bisnis.com, PADANG - Penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan membuat publik melirik ke Partai Gerindra tempat Edhy Prabowo bernaung. 

Hal itu lantas menimbulkan pertanyaan, bagaimana nasib para kader Gerindra yang sedang mengikuti proses Pilkada Serentak di Indonesia. Adakah dampaknya?

Berbagai kemungkinan bisa terjadi, namun pengamat dari Sumbar menilai dampaknya tidaklah terlalu besar.

Menurut Pakar Komunikasi Politik Universitas Andalas (Unand) Sumatra Barat Najmuddin M Rasul penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh KPK tidak signifikan mempengaruhi elektabilitas pasangan calon (paslon) yang diusung Partai Gerindra pada Pilkada 2020.

"Masyarakat Indonesia, termasuk Sumatra Barat sudah cerdas dalam berpolitik dan lebih menilai personal calon seperti rekam jejak, integritas, tanggung jawab, dan kerja nyata selain ini," kata dia di Padang, Kamis (26/11/2020).

Ia menilai bahwa calon gubernur, wali kota, dan bupati yang diusung Gerindra mendapat kesempatan dari penangkapan Edhy Prabowo itu untuk menjelaskan situasi politik nasional kepada masyarakat di daerah.

"Calon kepala daerah yang diusung Gerinda dapat menjelaskan kepada masyarakat perilaku Edhy Prabowo tidak mencerminkan Gerindra dan calon di daerah dan apa yang dilakukannya itu bukan keinginan partai. Partai sangat mengutuk hal itu," tutur Najmuddin.

Sementara itu Calon Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan masyarakat Sumbar sudah cerdas berpolitik. Masyarakat akan melihat integritas dan pengalamannya bersama Indra Catri sebagai kepala daerah.

"Sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kami, lagi pula yang memilih kami masyarakat Sumbar. Masyarakat sudah paham dengan integritas. Pengalaman saya sudah 20 tahun di birokrasi tidak pernah masalah dan Indra Catri juga sudah dua periode di Agam tidak pernah ada kasus," katanya.

Ia menegaskan dirinya dan Indra Catri berkomitmen membangun Sumbar dan mewujudkan Sumbar unggul untuk semua.

"Saya harap masyarakat tidak terpengaruh dan yakinlah kami berkomitmen membangun Sumbar," katanya.

Seperti diketahui, Edhy Prabowo yang juga kader Gerindra ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait dengan urusan ekspor benih lobster atau benur.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gerindra Pilkada Serentak Pilkada 2020 edhy prabowo

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top