Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berani Relaksasi Kurikulum

Presiden Jokowi berpesan agar pendidikan tinggi merelaksasi kurikulum dari kaku menjadi fleksibel, membuka diri pada paradigma baru, pada cara-cara yang lebih responsif dari mono menjadi multi, menjadi inter, bahkan transdisipliner.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 03 November 2020  |  14:48 WIB
Presiden Joko Widodo - Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo - Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo turut meresmikan program Merdeka Belajar Episode 6 tentang transformasi dana pemerintah untuk perguruan tinggi.

Presiden berpesan agar perguruan tinggi siap melakukan perubahan menuju Indonesia maju.

“Tekad kuat untuk mewujudkan Indonesia maju tidak boleh surut walaupun sedang dilanda pandemi  Covid-19. Upaya mencetak SDM unggul tidak boleh berhenti," ujar Presiden.

Pandemi, lanjut Presiden Jokowi, justru menyadarkan kita pentingnya SDM yang tangguh,

"Karena itu pandemi harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperbaiki ekosistem pendidikan nasional, salah satunya perguruan tinggi,” kata Presiden Jokowi melalui Youtube Kemendikbud, Selasa (3/11/2020).

Untuk mendukung hal tersebut, Presiden Jokowi berpesan agar pendidikan tinggi merelaksasi kurikulum dari kaku menjadi fleksibel, membuka diri pada paradigma baru, pada cara-cara yang lebih responsif dari mono menjadi multi, menjadi inter, bahkan transdisipliner.

“Dari berorientasi theory building menjadi problem solving bahkan impact making. Kita harus siap menjalani standar normalitas baru,” kata Presiden.

Menurut Presiden dosen yang baik adalah dosen yang memfasilitasi mahasiswanya belajar kepada siapa saja, melalui media apa saja, dan dilakukan kapan saja.

“Perguruan tinggi yang baik adalah yang membangun ekosistem merdeka belajar dan memanfaatkan materi dan media belajar yang terbuka luas. Standar normalitas baru tersebut harus dirumuskan melalui berbagai kebijakan,” imbuhnya.

Adapun, kebijakan yang harus dibenahi antara lain kebijakan tentang Key Performace Index (KPI) dosen, tentang program prioritas perguruan tinggi, dan kebijakan alokasi anggaran, infrastruktur termasuk SOP baru yang harus dirumuskan. Demikian pula di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Berbagai standar dan normalitas baru harus dirumuskan. Saat ini adalah awal abad digital. Berbagai riset dan pengembangan teknologi di bidang digital seharusnya memperoleh prioritas. Bagaimana teknologi digital big data analytic, Artificial Intelligence bisa dimanfaatkan untuk berbagai bidang,” tambah Presiden.

Presiden Jokowi menegaskan perguruan tinggi harus berlomba agar inovasi digital bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa, untuk pengembangan kemandirian tangan, kemandirian energi, dan pengembangan kewirausahaan di berbagai sektor.

Perguruan tinggi harus bertransformasi menjadi lebih dinamis, menciptakan terobosan, membangun iklim kompetisi untuk meningkatkan daya saing, menjalin sinergi dan kolaborasi dengan BUMN, industri, matching fund, dan model kerja sama lain untuk mengoptimalkan kemampuan mendorong prestasi yang lebih baik.

“Jangan terjebak pada rutinitas perguruan tinggi. Harus punya waktu, energi, dan keberanian untuk melakukan perubahan. Terus-menerus mengembangkan inovasi dengan memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi menciptakan generasi unggul untuk menciptakan Indonesia maju,” tegas Presiden.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi kurikulum pendidikan tinggi
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top