Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Militer Lebanon Temukan 1,3 Ton Kembang Api di Pelabuhan Beirut

Angkatan Darat Lebanon menyebutkan bahwa 1.320 kilogram kembang api itu ditemukan dalam 120 kotak di gudang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 September 2020  |  19:53 WIB
Kondisi kota Beirut, Lebanon, setelah ledakan gudang penyimpanan amonium nitrat sebesar 2.750 ton - Bloomberg
Kondisi kota Beirut, Lebanon, setelah ledakan gudang penyimpanan amonium nitrat sebesar 2.750 ton - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -  Angkatan Darat Lebanon menemukan 1,32 ton kembang api selama penggeledahan di pelabuhan Beirut, lokasi ledakan masif pada awal Agustus lalu. Ledakan kuat saat itu diduga terjadi akibat penyimpanan serampangan zat kimia berjumlah besar.

Angkatan Darat Lebanon, dalam pernyataan yang dirilis di situs resminya, Jumat (18/9/2020) waktu setempat, menyebutkan bahwa 1.320 kilogram kembang api itu ditemukan dalam 120 kotak di gudang. Barang berbahaya tersebut telah disingkirkan oleh tim zeni (tentara untuk bidang teknis).

Pelabuhan itu sendiri, serta kawasan pusat Kota Beirut, diguncang ledakan amat besar pada 4 Agustus 2020. Ledakan itu menyebabkan sedikitnya 190 orang menjadi korban jiwa.

Sejumlah gudang dan silo besar (gudang penyimpanan stok gandum) hancur akibat peristiwa itu.

Dugaan awal penyebab ledakan mengarah pada 2.750 ton amonium nitrat yang eksplosif, yang ditumpuk selama bertahun-tahun.

Pada 3 September, militer Lebanon menyatakan pihaknya juga menemukan lebih banyak lagi amonium nitrat, yakni sejumlah 4,35 ton, di dekat pintu masuk pelabuhan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lebanon ledakan

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top