Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sepupu Kim Jong-un Masuk Daftar Pengganti Pemimpin Korea Utara?

Fakta bahwa Kim Pyong-il selamat dari pembersihan dari potensi rivalnya, mengindikasikan bahwa Kim Jong-un tidak pernah melihatnya sebagai saingan yang kredibel. Dia dipertahankan dalam dinas luar negeri dan dalam jarak jauh selama bertahun-tahun.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 29 April 2020  |  07:05 WIB
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un menunjukkan pernyataan bersama kedua negara di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (19/9). - Pyeongyang Press Corps via Reuters
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un menunjukkan pernyataan bersama kedua negara di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (19/9). - Pyeongyang Press Corps via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Nama Kim Pyong-il kembali mencuat menjadi penerus puncak kepemimpinan Korea Utara setelah isu kesehatan Kim Jong-un yang bermasalah.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (29/4/2020), Kim Pyong-il, 65, adalah satu-satunya anak pendiri Korea Utara Kim Il-sung yang masih bertahan. Kim Pyong-il menghabiskan empat dekade dalam urusan diplomatik di beberapa negara seperti Hungaria, Bulgaria, Finlandia, Polandia and the Republik Ceko sebelum kembali ke Pyongyang tahun lalu.

Meski sudah terpinggirkan lama, Kim Pyong-il punya kesempatan menjadi penerus Kim Jong-un lantaran punya darah Kim dan merupakan laki-laki.

Para pemimpin pria konservatif di Pyongyang akan menolak memberikan kekuasaan kepada Kim Yo-jong, adik Kim Jong-un yang telah membantunya membuat kebijakan selama beberapa tahun terakhir.

Mantan Deputi Duta Besar Korea Utara di Inggris yang akhirnya pindah ke Korea Selatan pada 2016, Thae Yong Ho menilai kepemimpinan Kim Yo-jong akan membuat Korea Utara tidak stabil dan dapat memicu kekacauan.

“Untuk menghindari ini, beberapa orang akan memilih membawa kembali Kim Pyong Il yang saat ini sedang di bawah tahanan rumah ke pusat kekuasaan,” katanya.

Sementara sebagian lainnya menganggap Kim Pyong Il tidak memiliki peluang. Anggota parlemen partai berkuasa Korea Selatan Kim Byeong-ki, seorang anggota komite intelijen parlemen, mengatakan pada hari Minggu di media sosial bahwa tidak ada indikasi dia bisa memenangkan Kim Jong Un. "Saya menertawakan teori-teori ini," ungkapnya.

Korea Utara sering mengasingkan orang-orang yang tidak disukai, mengirim mereka ke luar negeri agar menghapus pengaruh mereka, tetapi juga memberikan penghidupan keuangan yang membuat mereka bergantung pada penguasa Pyongyang.

Jika Kim Pyong-il mengambil alih kekuasaan dapat membahayakan setelah para penguasa Korut menghabiskan waktu puluhan tahun bekerja untuk menekan pengaruhnya.

Ketika Kim Jong-un mengambil alih kekuasaan setelah kematian ayahnya pada 2011, dia segera menyingkirkan saingan potensial dengan mengeksekusi pamannya dan wakilnya satu kali, Jang Song Thaek. Kim juga diduga telah memerintahkan pembunuhan kakak tirinya, Kim Jong-nam di Malaysia.

Fakta bahwa Kim Pyong-il selamat dari pembersihan dari potensi rivalnya, mengindikasikan bahwa Kim Jong-un tidak pernah melihatnya sebagai saingan yang kredibel. Dia dipertahankan dalam dinas luar negeri dan dalam jarak jauh selama bertahun-tahun.

Pada 2015, ia diangkat menjadi duta besar Korea Utara untuk Republik Ceko dan diberi perlindungan ekstra pada 2017 ketika Kim Jong Nam dibunuh.

Seperti diberitakan sebelumnya, kesehatan Kim Jong-un memburuk setelah operasi kardiovaskular. Sejak saat itu, nama-nama seperti Kim Yo-jong muncul sebagai kandidat pengganti Kim Jong-un. Hingga saat ini, kesehatan Kim belum dapat dikonfirmasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korea Utara kim jong un
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top