Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Misteri Penyakit dan Toilet Portabel yang Selalu Dibawa Kim Jong-un

Tak diketahui pasti kondisi Kim Jong-un, apakah sehat dan baik-baik saja atau kritis.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 28 April 2020  |  11:27 WIB
Pemimpin Korea utara Kim Jong-un di melambaikan tangan dari dalam mobil yang ditumpanginya. - Istimewa
Pemimpin Korea utara Kim Jong-un di melambaikan tangan dari dalam mobil yang ditumpanginya. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA –  Sejak pekan lalu  kabar Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un menjadi sorotan dunia. Beredar kabar bahwa dia dalam kondisi kritis, bahkan ada  yang menduga telah meninggal.

Tak diketahui pasti kondisi Kim Jong-un, apakah sehat dan baik-baik saja atau kritis.

Dia menjadi sorotan media massa karena tidak muncul di depan publik selama dua pekan dan untuk pertama kalinya melewatkan perayaan hari lahir mendiang kakeknya dan pendiri Korut, Kim Il-sung, pada 15 April 2020.

Hal inilah yang menimbulkan beragam spekulasi: kondisi kritis atau meninggal?

Akhir pekan lalu beredar kabar tim medis China datang ke Korut untuk terkait kondisi kesehatan Kim Jong-un,  dan penampakan kereta diduga milik pemimpin Korea Utara tersebut di suatu wilayah.

Sebuah kereta serupa dengan yang pernah digunakan oleh para penguasa Korut tampak diparkir di dekat sebuah kompleks di Wonsan, sekitar 230 kilometer dari Pyongyang, sejak setidaknya 21 April, menurut analisis citra satelit yang dirilis pada Minggu (26/4/2020) oleh situs web 38 North.

Meski demikian, kehadiran kereta itu diakui tidak membuktikan keberadaan sang pemimpin Korut tersebut atau mengindikasikan apa pun tentang kesehatannya.

Selain itu, seorang penasihat terkemuka asal Korea Selatan juga menampik pemikiran bahwa Kim Jong-un sedang sakit atau bahkan meninggal.

 “Sikap pemerintah kami teguh. Dia [Kim Jong-un] telah tinggal di daerah Wonsan sejak 13 April dan tidak terdeteksi pergerakan yang mencurigakan,” terang Moon Chung-in, penasihat kebijakan luar negeri untuk Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, kepada CNN.

Perkembangan terakhir ini memberi sedikit informasi tentang penguasa berusia 36 tahun itu. Pekan lalu, mencuat informasi bahwa ia sedang dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi jantung.

Kim Jong-un, seorang perokok berat yang berat badannya telah membengkak sejak mengambil alih kekuasaan pada 2011, diduga sakit jantung dan menjalani operasi.

Toilet

Memang tidak mudah untuk mengetahui kondisi kesehatan atau penyakit yang diderita Kim Jong-un. Pihak di sekitarnya menutup rapat-rapat soal informasi itu.

Pada artikel berjudul ‘Singapore summit: Kim Jong-un has reportedly brought his own toilet on historic trip’ yang dilansir News.com.au pada 12 Juni 2018, terungkap bahwa Kim Jong-un membawa toilet portabel saat KTT di Singapura.

Ketika itu, Kim Jong-un bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Kim menginap di hotel berbintang lima supermewah di Singapura, St. Regis Hotel  di distrik perbelanjaan kelas atas di Singapura.

Laporan itu mengatakan Kim Jong-un menginap di presidential suite, lantai paling atas hotel dengan panel dari sutera buatan tangan buatan tangan dan baby grand piano. Adapun tarif kamar itu ditaksir hingga US$9.000 per malam.

Sebagai hotel supermewah, pastinya toilet bukan jadi masalah. Persoalannya, mengapa Kim sampai membawa toilet sendiri hingga ke Singapura?

Kim Jong-un yang memimpin Korut pada 2011 itu diketahui  rutin menggunakan toilet portabel, jika bepergian.

Lee Yun-keol, yang pernah bertugas di unit penjaga Korea Utara sebelum membelot ke Korea Selatan pada tahun 2005, mengatakan pemimpin negara itu selalu bepergian dengan seseorang untuk menjaga fungsi tubuhnya dari para intelijen atau mata-mata.

"Daripada menggunakan toilet umum, pemimpin Korea Utara memiliki toilet pribadi yang mengikutinya ketika ia bepergian," kata Lee kepada Washington Post.

 "Ekskresi pemimpin mengandung informasi tentang status kesehatannya sehingga tidak dapat ditinggalkan."

Ekskresi adalah proses mengeluarkan zat-zat sisa dalam tubuh agar tidak meracuni organ lainnya, dan menyebabkan kematian. Proses pembuangan ini melibatkan organ-organ tubuh seperti ginjal, paru-paru, hati, dan kulit

Kim Jong-un memang tidak mau keberadaannya diketahui banyak pihak, termasuk jejak yang ditinggalkannya, sehingga untuk urusan toilet pun dia membawa sendiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korea Utara kim jong un
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top