Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kim Jong-un Hilang, Korea Utara Bakal Dipimpin Seorang Wanita?

Dilahirkan pada tahun 1988 atau 1989, Kim Yo-jong kecil kabarnya adalah seorang gadis berpipi chubby yang suka menari.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 April 2020  |  07:06 WIB
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un (kiri) dan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo di Pyongyang, Korut, Minggu (7/10/2018). - KCNA via Reuters
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un (kiri) dan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo di Pyongyang, Korut, Minggu (7/10/2018). - KCNA via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Di antara banyaknya anggota dinasti kepemimpinan Korea Utara yang dapat mengambil alih kendali kekuasaan dari Kim Jong-un, adik perempuan tersayangnya tampak menjadi pilihan nomor satu.

Pertanyaan apakah Kim Yo-jong akan menjadi pemimpin wanita pertama di Korea Utara tiba-tiba mencuat setelah spekulasi soal kondisi kesehatan sang kakak merebak.

Terlepas dari beragam kabar mengenai apakah Kim Jong-un dalam kondisi sehat, orang paling berkuasa di Korut ini memang belum kelihatan batang hidungnya di depan umum selama dua pekan. Tak heran jika banyak pihak melihat posisi Kim Jong-un terancam untuk digantikan.

Meski struktur kepemimpinan patriarkat Korea Utara didominasi oleh pria, anggota keluarga yang bisa dibilang paling produktif adalah adik perempuannya, Kim Yo-jong.

Kim Yo-jong, diyakini berusia awal 30-an, berperan sebagai utusan Korea Utara untuk Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan. Saat itu, kehadirannya spontan menjadi incaran mata awak media apalagi ketika terlihat duduk tak jauh dari Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence.

Ia sekaligus menjadi anggota pertama dari dinasti keluarga yang secara langsung mengunjungi Seoul dan menyampaikan pesan pribadi dari kakaknya untuk mengundang Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Kim Yo-jong juga tampak mendampingi sang kakak dalam beberapa agenda internasional, termasuk pertemuan bersejarah dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Singapura dan Presiden China Xi Jinping.

Meski banyak pengamat Korea Utara mengatakan garis keturunan lebih penting ketimbang gender, banyak pula yang merasa skeptis.

"Peran Yo-jong kemungkinan akan terbatas maksimal menjadi seorang pimpinan daerah karena sistem patriarki feodal di Korea Utara,” ujar Yoo Ho-yeol, yang mengajar studi Korea Utara di Korea University.

“Tidak hanya soal kepemimpinan yang didominasi pria, tetapi juga masyarakat biasa di negara itu akan menentang seorang pemimpin wanita,” tambahnya, seperti dilansir melalui Bloomberg, Senin (27/4/2020).

Foto Kim Yo Jong. Istimewa

Dinasti keluarga Kim memerintah Korea Utara selama tiga generasi sejak pendiriannya setelah Perang Dunia II. Selama waktu itu, dinasti ini telah membangun salah satu kultus kepribadian yang paling kuat di dunia.

Ketika Kim Jong-un mengambil alih kekuasaan setelah kematian ayahnya pada 2011, ada pertanyaan besar mengenai apakah seorang pemimpin berusia 20-an dapat memerintah negara yang dihormati senioritas.

Tapi tak butuh waktu lama bagi Kim Jong-un untuk membuktikan diri. Dia menyingkirkan pesaing-pesaingnya, mengeksekusi pamannya, Jang Song-thaek, dan dicurigai telah memerintahkan pembunuhan atas saudara tirinya, Kim Jong-nam, di Malaysia.

Dalam banyak hal, Kim Yo-jong, yang telah menghabiskan hampir satu dekade terlibat dalam aparatur negara, telah dipersiapkan dengan lebih baik untuk mengambil alih peran pucuk kepemimpinan.

Menurut Soo Kim, analis kebijakan Rand Corp. yang berspesialisasi dalam masalah Semenanjung Korea, Kim Yo-jong bisa mengejutkan siapa pun yang meragukan kemampuannya untuk mengelola negara tersebut.

“Saya pikir dia tidak perlu khawatir tentang memperoleh dukungan sebagai pemimpin dari masyarakat Korea Utara berdasarkan garis keturunan keluarga Kim. Nasib Korea Utara dimulai dan berakhir dengan keluarga Kim,” terang Soo Kim.

Sementara itu, dua anggota laki-laki lainnya dalam keluarga Kim, Kim Jong-chol dan Kim Han-sol, tidak memiliki dukungan politik yang kuat dalam partai yang berkuasa.

Saudara laki-lakinya, Kim Jong-chol, dengar-dengar lebih tertarik bermain gitar daripada mengulik strategi politik, sementara keponakan Kim Jong-un, Kim Han-sol, diyakini tinggal di luar negeri.

Ada pula kemungkinan bahwa Kim Jong-un memiliki seorang putra. Pada 2017, surat kabar Korea Selatan DongA Ilbo melaporkan bahwa pihak intelijen mengetahui Kim Jong-un memiliki seorang putra yang lahir pada tahun 2010. Namun, tak satu pun anaknya yang disebutkan secara resmi di media pemerintah.

Siapa pun itu, Kim Yo-jong tetap menjadi kandidat pengganti Kim Jong-un yang paling menonjol. Dilahirkan pada tahun 1988 atau 1989, Kim Yo-jong kecil kabarnya adalah seorang gadis berpipi chubby yang suka menari.

Oleh sang ayah, mendiang Kim Jong-il, ia dijuluki "Putri Yo-jong", menurut biografi Kim Jong-un berjudul "The Great Successor" yang dituliskan oleh Anna Fifield. Bersama kakaknya, Kim Yo-jong pernah menempuh pendidikan di Bern, Swiss hingga sekitar tahun 2000, dan kemudian kembali belajar di Korea Utara.

Di pemerintahan, dia pernah menduduki posisi dalam Departemen Buruh Propaganda dan Departemen Agitasi, yang bertanggung jawab untuk mengelola citra pemimpin di media pemerintah. Ini adalah posisi serupa yang dipegang oleh ayahnya ketika sedang dipersiapkan untuk suksesi.

“Ketika Kim Yo-jong telah menanjak tinggi, dia tidak lagi dianggap sebagai seorang wanita tetapi seorang pemimpin yang mewarisi legitimasi lebih besar untuk memerintah ketimbang yang lain,” tutur Chun Yungwoo, mantan utusan Korea Selatan untuk pembicaraan nuklir internasional dengan Korea Utara.

“Korea Utara tentu saja adalah salah satu masyarakat chauvinistik yang paling didominasi laki-laki di dunia, tetapi garis keturunan ditambah status di Partai Buruh Korea menghapuskan isu gender,” ucapnya yakin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korea Utara kim jong un
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top