Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kejaksaan Agung Jamin Tidak Peti-eskan Kasus Dana Bansos Sumsel Jilid II

Kejaksaan Agung menjamin tidak akan menghentikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dana hibah dan bantuan sosial di Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan tahun 2013.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  19:05 WIB
Alex Noerdin, mantan Gubernus Sumatra Selatan usai menjalani pemeriksaan kasus korupsi dana Bantuan Sosial di Kejaksaaan Tinggi , Jakarta Rabu (26/9/2018). - Bisnis/ Sholahuddin Al Ayyubi
Alex Noerdin, mantan Gubernus Sumatra Selatan usai menjalani pemeriksaan kasus korupsi dana Bantuan Sosial di Kejaksaaan Tinggi , Jakarta Rabu (26/9/2018). - Bisnis/ Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA--Kejaksaan Agung menjamin tidak akan menghentikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dana hibah dan bantuan sosial di Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan tahun 2013.

Jaksa Agung H.M Prasetyo mengatakan bahwa tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejagung masih menyelidiki perkara tindak pidana korupsi yang diduga kuat melibatkan eks-Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin.

Prasetyo juga menjelaskan penyidik sudah memanggil banyak saksi agar kasus itu semakin terang.

"Kita jalan terus, tidak pernah berhenti. Masih berjalan kok kasus itu. Saksi juga sudah diperiksa kan," tuturnya, Jumat (26/7/2019).

Tim penyidik sudah 2 kali menggelar (ekspose) kasus tersebut. Gelar perkara pertama dilakukan pada Rabu 9 September 2018. Kemudian tim penyidik menemukan bukti tindak pidana korupsi baru terkait Alex Noerdin.

Bukti dimaksud mulai dari pembelian sejumlah sepeda motor dengan nilai mencapai Rp26 miliar dan penggelontoran dana yang dilakukan Alex Noerdin setiap kali melakukan kunjungan ke daerah dengan nilai mencapai miliaran.

Kemudian, ekspose perkara dana hibah dan bansos yang kedua dilakukan pada Rabu 10 Oktober 2018. Gelar perkara yang kedua ini dilakukan tim penyidik agar dapat menentukan sikap terhadap status hukum Alex Noerdin.

Dalam kasus tersebut Kejagung menetapkan dua tersangka yaitu Kepala BPKAD Provinsi Sumatra Selatan Laonma Tobing dan Mantan Kepala Kesbangpol Provinsi Sumatra Selatan Ikhwanuddin.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi, di antaranya anggota DPRD Provinsi Sumsel.

JAMPidsus menemukan adanya penyimpangan dalam perubahan anggaran untuk dana hibah dan bansos tersebut. Awalnya APBD menetapkan untuk hibah dan bansos Rp1,4 triliun, namun berubah menjadi Rp2,1 triliun.

Lalu, pada perencanaan hingga pelaporan pertanggungjawaban terdapat dugaan pemotongan dan ketidaksesuaian anggaran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel alex noerdin bansos
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top