Warga AS Ramai-Ramai Bantu Urus Taman Nasional Terdampak Shutdown

Penutupan layanan pemerintah atau government shutdown di Amerika Serikat tak hanya berdampak pada operasional seperempat departemen federal. Kebuntuan pengesahan pendanaan anggaran juga berimbas pada 50 taman nasional di seluruh penjuru Negeri Paman Sam.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 10 Januari 2019  |  14:35 WIB
Warga AS Ramai-Ramai Bantu Urus Taman Nasional Terdampak Shutdown
Ilustrasi: Papan pengumuman menyatakan gedung National Archive di Washington DC, AS ditutup selama government shutdown (penutupan pemerintah) sementara diberlakukan, Sabtu (22/12/2018). - Reuters/Joshua Roberts

Bisnis.com, JAKARTA - Penutupan layanan pemerintah atau government shutdown di Amerika Serikat tak hanya berdampak pada operasional seperempat departemen federal. Kebuntuan pengesahan pendanaan anggaran juga berimbas pada 50 taman nasional di seluruh penjuru Negeri Paman Sam.

Pemerintah AS memutuskan untuk tetap membuka sebagian taman nasional kendati pendanaan tak kunjung cair.

Pihak Badan Pelayanan Taman Nasional mengatakan mereka akan menggunakan dana cadangan dari penjualan tiket masuk pengunjung untuk melanjutkan operasi taman. Kendati demikian, hanya sedikit petugas taman yang bekerja. Beberapa bahkan dibuka tanpa ada staf yang bekerja.

Dengan sebagian besar pekerja harus dirumahkan dan segelintir orang bekerja tanpa digaji, layanan taman nasional harus berjuang untuk menjaga kebersihan taman yang luas.

Kondisi ini lantas mendorong masyarakat AS secara sukarela membantu mengurus operasional taman nasional. Masyarakat yang tergabung dalam berbagai kelompok membersihkan taman, menjaga aset nasional tersebut supaya tetap lestari.

Berikut sejumlah kelompok masyarakat yang berkontribusi dalam menjaga operasional taman nasional di AS sebagaimana dirangkum CNN pada Kamis (10/1/2019).

The Government Shutdown Litter Patrol

Selama 15 tahun, Marc Newland dan keluarganya membentuk kelompok pembersih sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat.

Setelah mengetahui shutdown akan berpengaruh pada taman nasional Pegunungan Great Smoky, lokasi yang kerap ia kunjungi bersama putrinya yang  berusia 10 tahun, Erica, mereka memutuskan untuk menjaga kebersihan tempat tersebut.

"Kami seharusnya mendaki, tapi putri saya mengatakan akan lebih baik jika kami membersihkan jalur pendakian dari sampah yang menumpuk," kata Newland.

Ia bersama putrinya pun membentuk aksi bernama Government Shutdown Litter Patrol. Mereka membagikan gerakan tersebut melalui Facebook dan ternyata banyak masyarakat yang ingin berpartisipasi.

Sejak saat itu, Newland dan keluarga bekerja sama dengan organisasi nonprofit Keep Sevier Beautiful untuk mengorganisasi aksi bersih-bersih dan mengundang siapa saja yang yang ingin berpartisipasi dalam gerakan itu.

The Yosemite Climbing Association

Asosiasi Pendaki Yosemite merilis kampanye bertajuk #LeaveNoTrace untuk tetap menjaga kebersihan Taman Nasional Yosemite di California yang tetap buka selama shutdown.

Mereka menyediakan peralatan bagi pihak-pihak yang ingin ikut dalam kegiatan pembersihan mengingat jumlah staf yang terbatas.

YCA mengorganisasi kampanye ini pada 2 Januari setelah anggota asosiasi menyadari sampah menumpuk di tempat sampah. Presiden YCA Ken Yager mengungkapkan minggu pertama 2019 adalah masa tersulit karena banyak masyarakat yang berkunjung di tengah situasi liburan.

The  Ahmadiyya Muslim Youth Association

Puluhan sukarelawan dari Asosiasi Pemuda Ahmadiyah melakukan aksi bersih-bersih di berbagai lokasi di AS.

Anggota asosiasi membersihkan sejumlah tempat umum, mulai dari Taman Nasional Everglades di Florida, Joshua Tree di California, Lembah Cuyahoga di Ohio, Balai Kemerdekaan di Philadelphia, dan National Mall di Washington.

"Pengabdian kepada bangsa dan kebersihan adalah bagian penting dalam Islam," kata presiden asosiasi Dr. Madeel Abdullah lewat keterangan resmi.

"Kami tak bisa hanya duduk diam ketika taman nasional kita dipenuhi sampah," sambungnya.

Abdullah mengatakan mereka akan memberi contoh dan mendaur ulang sampah tersebut. Mereka juga mengundang berbagai lapisan masyarakat AS untuk berpartisipasi dalam aksi pembersihan itu.

Jika shutdown berlanjut, kelompok ini berkomitmen membantu mewujudkan kebersihan taman nasional AS sekaligus menghimpun bantuan untuk pihak lain yang terdampak shutdown.

The Friends of Joshua Tree

Taman Nasional Joshua Tree adalah lokasi lain yang harus menutup operasi akibat shutdown. Kendati taman mulai ditutup pada Kamis (10/1/2019), relawan yang tergabung dalam Kawan Taman Nasional Joshua Tree memilih memungut sampah, membersihkan toilet umum, dan membersihkan kamar mandi umum serta tong sampah sebanyak mungkin.

Taman Nasional Joshua Tree dikunjungi 1-2 juta orang setiap tahun dan hanya butuh satu minggu shutdown untuk melihat dampaknya. 

Relawan Kawan Taman Nasional Joshua Tree mulai melancarkan aksi pembersihan pada 30 Desember. Mereka membersihkan taman setiap hari mulai pukul 10 pagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat, shutdown

Sumber : CNN

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top