Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Anggota Parlemen Rusia Sebut Delegasi Korut akan Kunjungi Moskow, Bertemu Putin?

Rusia telah meningkatkan hubungan dengan Korea Utara dan negara-negara lain yang berseberangan dengan Amerika Serikat (AS).
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara saat konferensi pers setelah pertemuan puncak para pemimpin Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) di Bishkek, Kyrgyzstan, 13 Oktober 2023. Sputnik/Pavel Bednyakov/Pool via REUTERS
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara saat konferensi pers setelah pertemuan puncak para pemimpin Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) di Bishkek, Kyrgyzstan, 13 Oktober 2023. Sputnik/Pavel Bednyakov/Pool via REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Anggota parlemen Rusia menyebut bahwa sejumlah delegasi Korea Utara (Korut) akan mengunjungi Moskow dalam waktu dekat.

Dilansir CNA dari kantor berita negara RIA, anggota parlemen dari Partai Komunis Rusia Kazbek Taysaev mengatakan bahwa utusan Korut akan menemui perwakilan parlemen Rusia pada 13 Februari mendatang.

“Delegasi Korea Utara akan mengunjungi majelis rendah parlemen Rusia pada 13 Februari,” demikian pernyataan Tasyaev sebagaimana dikutip, Kamis (1/2/2024).

Sebaliknya, delegasi parlemen Rusia disebutnya juga akan melakukan perjalanan ke Korea Utara pada Maret mendatang. Namun, belum diketahui apa tujuan dari rencana dua pertemuan tersebut.

Rusia telah meningkatkan hubungan dengan Korea Utara dan negara-negara lain yang berseberangan dengan Amerika Serikat (AS), seperti Iran, terutama sejak dimulainya perang Rusia dengan Ukraina.

Hubungan ini dinilai menjadi sumber kekhawatiran Barat. AS selama ini dikenal sebagai sekutu yang menyokong Ukraina dalam melawan agresi negeri yang dipimpin Vladimir Putin itu.

Putin pada tahun lalu mengiyakan undangan Kim Jong Un untuk mengunjungi Korea Utara. Meski belum terdapat tanggal kunjungan Putin, Rusia mengatakan bahwa hal itu juga akan terlaksana dalam waktu dekat.

Di sisi lain, AS menuduh Korea Utara memasok peluru artileri dan rudal ke Rusia, yang diklaim digunakan dalam perang Ukraina.

Baik Rusia maupun Korut telah membantah tuduhan AS itu, meskipun telah melakukan perjanjian untuk memperdalam hubungan militer.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper