Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nasihat Mahfud MD, Singgung Pemimpin Mulia seperti Sahabat Nabi

Mahfud MD singgung soal sampah politik dan berikan kisah mulia sahabat nabi saat jadi pemimpin.
Mahfud MD dan istrinya, Zaizatun Nihayati
Mahfud MD dan istrinya, Zaizatun Nihayati

Bisnis.com, JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD menyinggung mengenai kisah sahabat nabi saat membahas mengenai politik.

Melalui akun Twitternya pada Rabu (24/1/2024) pagi, Mahfud menilai bahwa negara akan indah apabila dipimpin oleh seseorang yang mulia.

"Alangkah indahnya seandainya suatu negara dipimpin oleh orang mulia seperti Khulafa' al Rasyidin. Abu Bakar, misalnya, salat dan dzikir siang malam dan selalu menyerahkan diri hartanya untuk kepentingan perjuangan," tulisnya di akun X.

Ia juga memberikan contoh mengenai sikap Ali bin Abi Thalib yang rajin beribadah dan cerdas.

Bahkan Ali juga hormat pada kemandirian hakim yang dinilai sebagai sikap yang mulia.

"Ditulis dalam tinta emas sejarah, Ali sangat menghormati kemandirian hakim seperti dalam kisah ketika Ali dituduh mencuri baju perang dengan tuduhan dan saksi palsu. Beliau menghormati hakim dengan tawadhu'. Kisah mulia seperti ini tak boleh dicampur aduk oleh dan dengan sampah politik," pungkasnya.

Cuitan ini pun mendapat banyak reaksi dari warganet. Di mana ada yang kontra dan pro dengan cuitan sang cawapres.

Bagi mereka yang kontra, cuitan tersebut dianggap seperti sindiran yang ditujukan kepada Presiden Jokowi.

Hal ini muncul karena mencuatnya isu bahwa Prof Mahfud MD akan segera mengundurkan diri dari kabinet Indonesia Maju.

Meski sebelumnya ia sudah menjelaskan alasannya belum mundur dari kabinet Jokowi.

"Saya merencanakan mengundurkan diri sebenarnya sudah lama ketika akan mulai debat pertama," kata Mahfud dalam diskusi Tabrak Prof di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/1) malam.

Dengan mundur dari jabatan menteri, Mahfud merasa bisa lebih leluasa untuk membuka dan mengungkapkan data ke publik, terkait kepentingannya sebagai cawapres mendampingi Ganjar Pranowo.

Namun, kata dia, ada beberapa hal yang kemudian dipertimbangkannya, yakni etika kepada Presiden
Jokowi yang telah mengangkatnya sebagai menko polhukam.

"Saya dahulu diangkat oleh beliau dengan sangat terhormat, dengan penuh kepercayaan kepada beliau sebagai presiden rakyat," katanya.

Mahfud pun mengatakan masih menunggu waktu (timing) yang tepat untuk mundur dari jabatan menko polhukam.

"Menunggu timing (mundur sebagai menko polhukam). Dan dengan rasa hormat kepada Presiden
Pak Jokowi, jadi tidak akan menyinggung siapa-siapa," tutur dia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper