Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jepang Tambah Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina US$65 Juta

Jepang akan memberi tambahan bantuan kemanusiaan US$65 juta kepada Palestina karena kekhawatiran atas konflik di Gaza.
Seorang anak kecil mengambil bagian dalam nyala lilin sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Gaza di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di luar G.P.O., di Dublin, Irlandia, 3 November 2023. REUTERS/Clodagh Kilcoyne
Seorang anak kecil mengambil bagian dalam nyala lilin sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Gaza di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di luar G.P.O., di Dublin, Irlandia, 3 November 2023. REUTERS/Clodagh Kilcoyne

Bisnis.com, JAKARTA - Jepang akan memberi tambahan bantuan kemanusiaan US$65 juta kepada Palestina karena kekhawatiran atas konflik di Gaza.

Melansir Reuters, Sabtu (4/11/2023), Menteri Luar Negeri Jepang Yoko Kamikawa mengatakan hal itu saat berkunjung ke Israel dan Yordania pada Jumat (3/11/2023).

Berbicara kepada wartawan di Yordania setelah bertemu Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen dan Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki, Kamikawa juga mengatakan Jepang berencana memberikan bantuan material ke Gaza yang dilanda perang.

“Penting bagi Israel dan Palestina untuk dapat hidup berdampingan secara damai untuk mencegah terulangnya tindakan terorisme tragis lainnya,” kata Kamikawa, seraya menambahkan bahwa dia telah mengomunikasikan dukungan berkelanjutan Jepang terhadap solusi dua negara terhadap Cohen dan Maliki.

Kunjungan ini dilakukan beberapa hari sebelum Jepang akan menjadi tuan rumah bagi para menteri luar negeri dari negara-negara maju Kelompok Tujuh (G7) di Tokyo ketika krisis di Gaza semakin parah.

Israel menolak seruan untuk jeda kemanusiaan dan pemimpin kelompok Hizbullah di Lebanon yang didukung Iran memperingatkan akan hal tersebut.

Kamikawa menahan diri untuk tidak mengomentari apakah serangan Israel terhadap Gaza berada dalam batasan hukum internasional, namun mengatakan bahwa para pihak yang berperang harus mematuhi semangat melindungi hak asasi manusia dan tidak menyebabkan kematian warga sipil yang tidak perlu.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nancy Junita
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper