Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ukraina Klaim Rebut Dua Desa di Wilayah Timur Rusia

Ukraina lancarkan serangan balasan dan mengklaim telah merebut dua desa kecil di wilayah TImur Rusia pada Minggu (17/9/2023).
Presiden Ukraina Zelensky memberikan penghargaan kepada seorang anggota militer Ukraina saat ia mengunjungi posisi di garis depan, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di wilayah Donetsk, Ukraina 4 September 2023. Layanan Pers/Handout Kepresidenan Ukraina melalui REUTERS
Presiden Ukraina Zelensky memberikan penghargaan kepada seorang anggota militer Ukraina saat ia mengunjungi posisi di garis depan, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di wilayah Donetsk, Ukraina 4 September 2023. Layanan Pers/Handout Kepresidenan Ukraina melalui REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang jenderal militer Ukraina menyebut perebutan kembali dua desa di wilayah timur Rusia baru-baru ini sebagai terobosan penting.

Presiden Ukraina Volodymr Zelensky mengumumkan perebutan kembali Klishchiivka dilakukan pada Minggu (17/9/2023), dua hari setelah Ukraina mengatakan pasukannya telah mendapatkan kembali kendali atas Andriivka. Kedua desa tersebut terletak di dataran yang lebih tinggi dari Bakhmut.

Namun, komandan Ukraina Jenderal Oleksandr Syrskyi mengatakan bahwa pertempuran masih sengit di sekitar kedua desa tersebut, sebab ketika Rusia mengaku belum kehilangan kedudukan dan berusaha membalikkan keadaan.

“Pemukiman ini, sekilas kecil, merupakan elemen penting dalam garis pertahanan musuh yang membentang dari Bakhmut hingga Horlivka,” kata Syrskyi melalui aplikasi pesan Telegram, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Selasa (19/9).

Dia menambahkan bahwa sebagai hasil dari tindakan pasukan Ukraina, garis pertahanan Rusia berhasil ditembus.

Juru bicara militer Ilia Yevlash juga menggarisbawahi pentingnya Klishchiivka, dan mengatakan bahwa perebutan kembali wilayah tersebut merupakan "batu loncatan” yang menguntungkan bagi Ukraina.

Di sisi lain, Rusia yang memulai invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022 masih menguasai sebagian besar wilayah Ukraina di bagian timur dan selatan.

Ukraina mulai melancarkan serangan balasan pada awal Juni untuk mencoba merebut kembali serangkaian wilayah desa, tetapi sejauh ini belum ada permukiman besar yang berhasil diduduki.

Zelensky dan pejabat lainnya menepis kritik Barat yang menilai serangan tersebut terlalu lambat dan terhambat oleh kesalahan strategis.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Hanna Maliar mengatakan pada Senin (18/9/2023) bahwa pasukan Ukraina telah merebut kembali 51 km persegi wilayah di dekat Bakhmut sejak dimulainya serangan balasan, dan juga telah merebut kembali lebih dari 260 km persegi wilayah di selatan.

Maliar adalah salah satu dari enam wakil menteri pertahanan yang pemecatannya diumumkan pada Senin malam, sebagai bagian dari perombakan kementerian di bawah menteri pertahanan baru.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper