Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menhan AS Austin: Perang Ukraina Vs Rusia Pelajaran bagi Taiwan

Menhan AS Lloyd Austin mengatakan perang Ukraina melawan invasi pasukan Rusia memberi pelajaran bagi Taiwan.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin/Bloomberg/ Amanda Andrade-Rhoades/The Washington Post
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin/Bloomberg/ Amanda Andrade-Rhoades/The Washington Post

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS) Lloyd Austin mengatakan bahwa perang Ukraina melawan invasi pasukan Rusia memberi pelajaran bagi Taiwan, menunjukkan bagaimana militer yang lebih kecil dapat berhasil bertahan melawan yang lebih besar.

"Kami telah mempelajari sejumlah pelajaran penting dari perang Ukraina dengan Rusia," kata Austin dalam sidang Senat ketika ditanya tentang strategi untuk mempertahankan Taiwan dari potensi aksi militer oleh China, Selasa (16/5/2023).

"Salah satu pelajarannya adalah bahwa dengan kemampuan asimetris dan taktik serta teknik asimetris, kekuatan yang lebih kecil dapat melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam mempertahankan diri dari kekuatan yang lebih besar," katanya.

Melansir Channel News Asia, Rabu (17/5/2023), Austin menegaskan bahwa dengan dukungan internasional dalam bentuk senjata, perbekalan, dan pelatihan, pasukan Ukraina tidak hanya mencegah pasukan Rusia menyerbu negara itu, tetapi juga merebut kembali tanah yang direbut oleh Moskow.

Austin juga mengatakan kepada anggota parlemen bahwa otoritas resmi kongres untuk menarik senjata dari stok AS dan memberikannya ke Taiwan - seperti yang telah dilakukan kepada Ukraina - "sangat penting dalam upaya kami untuk menyediakan apa yang dibutuhkan Taiwan" untuk mempertahankan diri.

"Kami sedang mengerjakan prakarsa itu dan kami berharap ada tindakan yang akan dilakukan di sini dalam waktu dekat," katanya, tanpa memberikan tanggal spesifik.

China memandang Taiwan yang demokratis dan memiliki pemerintahan sendiri sebagai bagian dari wilayahnya yang akan direbut kembali suatu hari nanti, dengan kekerasan jika perlu.

Pulau itu hidup di bawah ketakutan akan invasi China, dan Beijing telah meningkatkan retorika dan aktivitas militernya dalam beberapa tahun terakhir.

Ketegangan antara Taipei dan Beijing melonjak tahun lalu setelah China melakukan latihan militer besar-besaran di sekitar pulau itu sebagai tanggapan atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan.

Bulan lalu, Beijing melakukan latihan perang yang mensimulasikan blokade pulau itu sebagai protes terhadap pertemuan antara pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen dan penerus Pelosi Kevin McCarthy di California.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Nancy Junita
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper