Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bawaslu Terima Laporan Partai Pelita dan Partai IBU Terkait Pelanggaran KPU

Bawaslu memutuskan menerima laporan dari Partai Pelita dan Partai Indonesia Bangkit Bersatu (IBU) dapat ditindaklanjuti.
Surya Dua Artha Simanjuntak
Surya Dua Artha Simanjuntak - Bisnis.com 25 Agustus 2022  |  14:33 WIB
Bawaslu Terima Laporan Partai Pelita dan Partai IBU Terkait Pelanggaran KPU
Mendagri Tito Karnavian (kanan) berdiskusi dengan Ketua KPU Ilham Saputra (kiri) sebelum rapat kerja bersama Komisi II DPR dan Bawaslu membahas penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/1/2022). Dalam rapat tersebut disepakati Pemilu 2024 akan digelar pada 14 Februari 2024. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menerima laporan dugaan pelanggaran administrasi Pemilu 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Laporan itu diajukan oleh Partai Pelita dan Partai Indonesia Bangkit Bersatu (IBU).

"Satu, menyatakan laporan diterima. Dua, menyatakan laporan ditindaklanjuti dengan sidang pemeriksaan," ujar Ketua Bawaslu Rahmat Bagja diikuti ketukan palu di Kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (25/8/2022).

Dari hasil pemeriksaan, syarat laporan kedua parpol tersebut telah dinyatakan lengkap. Dengan begitu, Bawaslu akan memeriksa dugaan pelanggaran administrasi oleh KPU sesuai laporan dari Partai Pelita dan Partai IBU.

Sebagai informasi, Partai Pelita dan Partai IBU merupakan dua dari enam belas partai yang KPU-nya dinyatakan tidak lengkap persyaratan dokumennya.

Rencananya, sidang lanjutan perkara ini akan dilanjutkan pada Senin, 29 Agustus 2022.

Menanggapi putusan tersebut, Ketua KPU Hasyim Asy'ari cukup kaget karena pihaknya mendapat penjelasan terkait perkasa yang diputuskan hari ini. Apalagi, lanjutnya, putusan sudah dibacakan saat KPU, sebagai terlapor, belum hadir dalam persidangan. 

"Kami belum tahu apa yang dimaksud dengan putusan pendahuluan, apa perkaranya, dan substansi putusan itu apa?" tanya Hasyim kepada Bagja.

Bagja sendiri menyatakan pihaknya memang berencana menyampaikan substansi laporan kepada KPU pada hari ini, sebab laporan sudah dinyatakan ditindaklanjuti. Kalau laporan tidak diterima, lanjutnya, pihak KPU tak perlu tahu perkara tersebut.

"Kalau putusannya lanjut. Kalau tidak lanjut kan Bapak [Hasyim] tidak perlu tahu juga," ujar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawaslu Pemilu 2024 kpu
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top