Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-14: AS Tolak Rencana Polandia, 12 Ribu Pasukan Rusia Tewas

Berikut rangkuman perang Rusia Vs Ukraina hari Ke-14. Pemerintah AS tolak rencana Polandia kirim jet hingga 12 ribu pasukan Rusia tewas.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 09 Maret 2022  |  16:13 WIB
Situasi lingkungan yang hancur terkena rudal pasukan Ukraina di Kharkiv, Ukraina - The Moscow Times
Situasi lingkungan yang hancur terkena rudal pasukan Ukraina di Kharkiv, Ukraina - The Moscow Times

Bisnis.com, JAKARTA - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-14. Banyak kejadian terbaru yang dialami oleh kedua negara tersebut pada minggu kedua serangan.

Mulai dari pemerintah Amerika Serikat yang menolak rencana Polandia hingga total 12 ribu pasukan Rusia tewas dalam perang di wilayah Ukraina. Melansir dari The Guardian pada Rabu (9/3/2022), berikut rangkuman kejadian yang terdapat pada hari ke-14 serangan Rusia ke Ukraina.

Rangkuman Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-14

1. AS tolak rencana Polandia

Pentagon telah menolak rencana Polandia untuk menyerahkan jet tempur MiG-29 ke Amerika Serikat (AS).

“Kami siap untuk mengerahkan segera dan gratis semua jet MiG-29 mereka ke pangkalan udara Ramstein dan menempatkannya di tangan pemerintah AS,” Menteri Luar Negeri (Menlu) Polandia Zbigniew Rau.

Rencana tersebut disampaikan Polandia di tengah peringatan badan intelijen bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan ‘menggandakan’ serangannya ke Ukraina. Rencananya jet tempur MiG-29 diberikan ke AS untuk disumbangkan ke Ukraina

Namun, Pentagon tampaknya menolak proposal tersebut, dengan mengatakan bahwa itu tidak ‘dapat dipertahankan'.

“Untuk terbang ke wilayah udara yang diperebutkan dengan Rusia atas Ukraina menimbulkan kekhawatiran serius bagi seluruh aliansi NATO," ujar Departemen Pertahanan AS.

2. Ukraina tuduh Rusia melanggar perjanjian gencatan senjata

Menurut pernyataan pemerintah Ukraina, Rusia telah melanggar perjanjian gencatan senjata dengan menembaki rute yang memungkinkan warga sipil untuk melarikan diri dari kota Mariupol yang terkepung.

Penduduk kota pelabuhan tidak hanya menderita karena pemboman Rusia, tetapi mereka juga hidup sengsara tanpa pemanas, air, sistem sanitasi, atau telepon.

Rusia mengatakan akan membuka koridor kemanusiaan dari Kyiv, Chernihiv, Sumy, Kharkiv, dan Mariupol sehingga warga sipil dapat dievakuasi. Beberapa warga Sumy, termasuk pelajar Nigeria dan India, kini telah meninggalkan kota dengan bus.

Tercatat dua juta orang telah meninggalkan Ukraina sejak perang dimulai kurang dari dua minggu lalu, seperti yang dilaporkan badan pengungsi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Para pejabat Rusia telah menjanjikan gencatan senjata baru pada Rabu (9/3/2022) pukul 7 pagi GMT.


3. Volodymyr Zelenskiy minta Barat lindungi Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sependapat dengan Winston Churchill dan menyerukan perang melawan Nazism.

Pidato video yang berapi-api diungkapkan Zelenskiy secara langsung meminta para legislator Inggris berbuat lebih banyak untuk melindungi negaranya dalam perang melawan invasi Rusia dan menyerukan perang dengan Nazisme.

4. AS larang impor minyak asal Rusia

Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa AS akan melarang impor minyak Rusia. Uni Eropa belum bergabung dengan larangan tersebut.

Namun, Komisi Eropa mengatakan ada kemungkinan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil oleh Uni Eropa hingga dua pertiga tahun ini. Pemerintah Inggris berjanji untuk menghentikan impor minyak Rusia pada akhir tahun.

5. McDonald's setop operasi di Rusia

Setelah menghadapi reaksi keras dari pengguna media sosial karena tidak mengambil sikap terhadap perang di Ukraina, akhirnya McDonald’s secara resmi mengumumkan penghentian operasinya di Rusia.

Sebelumnya pada Selasa (8/3/2022), Menlu Ukraina Dmytro Kuleba mengeluarkan seruan kepada perusahaan internasional untuk berhenti melakukan bisnis di Rusia. Shell, Coca-Cola, Starbucks, PepsiCo Inc, dan Estee Lauder juga termasuk di antara perusahaan yang berhenti berbisnis di Rusia.

6. WHO sebut obat-obatan hampir habis

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa pasokan medis penting hampir habis. Keperluan terhadap rumah sakit Ukraina, ambulans, dan fasilitas kesehatan lainnya telah meningkat ‘dengan cepat’ dalam beberapa hari terakhir dan pasokan medis penting hampir habis, seperti oksigen, insulin, APD, persediaan bedah, dan produk darah.

Badan PBB itu mengatakan sedang bekerja untuk segera mendapatkan pasokan medis tambahan ke Ukraina.

7. Sanksi untuk Rusia dan Belarusia

Komisi Eropa telah menyiapkan paket sanksi baru terhadap Rusia dan Belarusia. Sanksi ini akan berupa melarang tiga bank Belarusia dari sistem perbankan SWIFT dan menambahkan lebih banyak oligarki serta politisi Rusia ke daftar hitam Uni Eropa.

8. 12 Ribu Pasukan Rusia Tewas

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Ukraina menyatakan bahwa 12 ribu pasukan Rusia telah tewas. Penilaian terbaru Kemenlu Ukraina atas kerugian Rusia hingga saat ini adalah pasukan Rusia kehilangan 48 pesawat, 80 helikopter, 303 tank, 1.036 kendaraan bersenjata, 120 artileri, dan 27 sistem perang anti-pesawat.

Selain itu, Kemenlu juga memperkirakan bahwa ada 12 ribu personel Rusia telah gugur. Sementara itu, Kepala CIA (Central Intelligence Agency) mengatakan kepada anggota parlemen AS pada Selasa (8/3/2022) bahwa mereka percaya antara 2 hingga 4 ribu tentara Rusia telah tewas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat polandia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top