Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kadis Bina Marga Lampung Tengah Ajukan Proposal Kenaikan DAK, Azis Klaim Tidak Pernah Ketemu

Azis menjelaskan bahwa tahu ada dugaan korupsi DAK Lampung Tengah.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  14:41 WIB
Terdakwa mantan anggota DPR Azis Syamsuddin (kedua kiri) berbincang dengan tim kuasa hukumnya sebelum dimulainya sidang lanjutan kasus dugaan suap kepada mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/1/2022). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi a de charge. - Antara/Aprillio Akbar.
Terdakwa mantan anggota DPR Azis Syamsuddin (kedua kiri) berbincang dengan tim kuasa hukumnya sebelum dimulainya sidang lanjutan kasus dugaan suap kepada mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/1/2022). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi a de charge. - Antara/Aprillio Akbar.

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah Taufik Rahman mengaku pernah mengajukan proposal kenaikan dana alokasi khusus (DAK) kepada mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Akan tetapi Azis mengklaim tak kenal Taufik.

“Tidak [kenal Taufik] yang mulia. Tidak [pernah bertemu dengan Taufik],” katanya saat ditanya hakim terkait dugaan korupsi DAK Lampung Tengah di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022).

Pada persidangan, Azis menjelaskan bahwa tahu ada dugaan korupsi DAK Lampung Tengah. Dia pun pernah diminta keterangan sebagai saksi pada 2018. Akan tetapi dia mengaku tidak paham terkait perkara tersebut.

“Saya hanya diperiksa sekali,” jelasnya.

Keterangan Azis berbeda dengan Taufik. Pada April 2017, Taufik mengaku mengajukan DAK ke pemerintah pusat. Dia sendiri yang menyiapkan proposalnya atas perintah Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Saat itu, Taufik belum kenal dengan Azis. Pertemuan perdananya dengan Azis saat diajak orang kepercayaanya, pada 21 Juli 2017.

Awal setelah pengajuan proposal, dia ditemui kawan yang merupakan seorang konsultan bernama Darius.

Darius memberitahu ada orang dari Jakarta yang bisa membantu mengurus tambahan DAK Lampung Tengah. Dia adalah Aliza Gunado yang mengaku orang dekat tangan Azis.

Bertemu di sebuah cafe di Bandar Lampung, Aliza menyampaikan apabila proposal ingin tembus harus mengajukan ke Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR, Bappenas, dan DPRD termasuk Banggar.

Aliza lalu mengatakan proposal tersebut bisa diajukan lewat dia. Setelah berkas selesai, Taufik membawa ke Jakarta untuk bertemu Aliza di Gedung DPR.

Saat itu nilai tambahan yang diajukan Rp300 miliar. Tapi Aliza bilang terlalu besar sehingga perlu direvisi menjadi sekitar Rp130 miliar.

Taufik pun pulang dan melapor ke mantan Bupati Mustafa. Akan tetapi yang disampaikan Mustafa adalah tidak kenal dengan Aliza. Yang dia tahu, orang kepercayaan Aziz adalah Edy Sujarwo.

Lalu, Taufik dan Darius mencari cara untuk menghubungi Jarwo. Setelah bertemu, Jarwo mengaku kaki tangan Azis. Akhirnya pertemuan dengan Azis berlangsung.

Mereka akhirnya bertemu di bandara. Sebelum itu, Jarwo sudah berpesan agar menyiapkan uang proposal besarannya Rp200 juta.

Uang tersebut dibungkus dengan kresek plastik. Rencananya, duit akan diserahkan Taufik saat pertemuan dengan Azis di sebuah kafe yang dikelola oleh adik Azis bernama Vio. Akan tetapi pertemuan batal karena Azis masih ada rapat banggar di DPR.

Keesokan harinya, Taufik diajak Jarwo untuk bertemu Azis di DPR. Pertemuan itu berhasil. Di kompleks parlemen, Azis menyampaikan kepada Taufik bahwa DAK untuk Lampung Tengah disetujui sebesar Rp25 miliar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK lampung Azis Syamsuddin
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top