Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dituntut 5 Tahun Penjara, Edhy Prabowo Berkukuh Tak Salah

Edhy Prabowo tetap merasa tidak bersalah dalam suap eksportasi benih lobster. Dia mengaku sudah mendelegasikan seluruh bukti-bukti ke persidangan.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 29 Juni 2021  |  19:23 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat berada di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (18/5/2021). - Antara/Desca Lidya Natalia
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat berada di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (18/5/2021). - Antara/Desca Lidya Natalia

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo telah menghadapi sidang tuntutan dalam kasus suap izin ekspor benih bening lobster.

Edhy dituntut lima tahun pidana penjara oleh oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia juga dituntut membayar denda senilai Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan

Meski demikian, Edhy tetap merasa tidak bersalah. Dia mengaku sudah mendelegasikan seluruh bukti-bukti ke persidangan.

"Saya merasa tidak salah dan saya tidak punya wewenang terhadap itu, saya sudah delegasikan. Semua bukti persidangan sudah terungkap tidak ada, saya serahkan semuanya ke majelis hakim," kata Edhy usai menjalani sidang pembacaan tuntutan, Selasa (29/6/2021).

Namun, Edhy mengaku tetap bertanggung jawab atas perkara suap ekspor benih lobster yang menjeratnya. Edhy menyatakan bakal menanggapi tuntutan Jaksa KPK dalam nota pembelaan.

"Yang harus dicatat saya bertanggung jawab terhadap kejadian di kementerian saya, saya tidak lari dari tanggung jawab, tapi saya tidak bisa kontrol semua kesalahan yang dilakukan oleh staf-staf saya. Sekali lagi kesalahan mereka adalah kesalahan saya, karena saya lalai. Keputusan ini, tuntutan ini akan saya jalani terus sampai besok tanggal 9 kami mengajukan pembelaan setelah itu ada proses putusan," ucap Edhy.

Dia pun mengklaim seharusnya jaksa tidak memberikan pertimbangan yang memberatkan dalam kasus yang menjeratnya ini. Menurut dia, kasus dugaan suap ekspor benih lobster dilakukan oleh para anak buahnya.

"Saya tidak merasa (pertimbangan yang memberatkan), karena saya tidak tahu apa yang dilakukan anak buah saya. Saya juga tahu pas di persidangan ini bagaimana saya mengatur permainan menyarankan orang, kalau saya mau korupsi banyak hal yang bisa saya lakukan kalau mau korupsi," dalih Edhy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi suap edhy prabowo
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top