Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tentang Penanggulangan Bencana, Jokowi: Tak Boleh Ada Ego Daerah

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa manajemen tanggap darurat serta kemampuan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi yang cepat harus terus ditingkatkan.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  15:14 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers usai meninjau bencana bocornya tanggul Citarum di Bekasi, Jawa Barat, Rabu 24 Februari 2021 / Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers usai meninjau bencana bocornya tanggul Citarum di Bekasi, Jawa Barat, Rabu 24 Februari 2021 / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan semua pemangku kepentingan agar mengintegrasikan semua kebijakan sebagai upaya antisipasi dan penanggulangan bencana.

“Tidak boleh ada ego daerah. Semuanya terintegrasi, benar-benar terintegrasi,” katanya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021, Rabu (3/3/2021).

Selanjutnya, sambung Jokowi, manajemen tanggap darurat serta kemampuan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi yang cepat harus terus ditingkatkan. Kepala Negara menilai hal itu menjadi sangat penting pada masa pascabencana terutama kecepatan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Sistem peringatan dini harus berfungsi dengan baik, dicek terus. Bekerja dengan cepat dan bisa bekerja dengan akurat dan kecepatan respons yang harus terus ditingkatkan,” imbuh Jokowi.

Lebih lanjut, pemberian edukasi dan literasi kepada masyarakat terkait kebencanaan juga harus terus ditingkatkan mulai dari keluarga hingga kelompok yang paling besar.

Jokowi meminta simulasi menghadapi bencana di daerah-daerah yang rawan untuk terus dilakukan sehingga warga menjadi lebih siap.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah mendedikasikan seluruh tenaga dan waktu menangani bencana yang terjadi di Indonesia.

Pasalnya, selama 2020 terjadi 3.253 bencana atau sekitar 9 bencana terjadi setiap harinya dan hal itu menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang paling rawan bencana alam.

“Pengalaman ini harus kita jadikan sebagai momentum untuk memperkokoh ketangguhan kita dalam menghadapi segala bentuk bencana,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi bnpb bencana alam
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top