Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sebelum Ditangkap KPK, Ini Kegiatan Menteri KKP Edhy Prabowo di AS

Menteri KKP Edhy Prabowo ditangkap KPK setibanya di Indonesia usai melakukan lawatan ke Amerika Serikat pada Rabu (25/11/2020).
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 25 November 2020  |  16:27 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020). ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020). ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bandara Soekarno-Hatta sekembalinya dari lawatan ke Amerika Serikat. Lalu, apa saja kegiatan Menteri KKP dalam kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat?

Dalam lawatan kerja tersebut Edhy diketahui menjadi saksi penandatanganan kerja sama antara KKP dan Oceanic Institute of Hawaii Pacific University.

Dikutip dari unggahan akun Instagram pribadinya @edhy.prabowo, Sabtu (21/11/2020), isi kerja sama tersebut mencakup transfer teknologi dan pengetahuan terkait produksi induk udang unggul melalui pembangunan Broodstock Center Udang di Indonesia.

“Bila kita mampu menghasilkan indukan udang vaname sendiri, target produksi udang nasional 1,5 juta ton per tahun pada 2024 Insya Allah terpenuhi,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Lebih lanjut, di akhir masa kunjungannya di Negeri Paman Sam, Menteri KKP juga bertemu anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di sana.

Dalam unggahan lainnya, Edhy menuliskan bahwa KKP akan terus menjalin komunikasi dengan KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) di Amerika untuk mengetahui kondisi terkini para ABK tersebut.

“Meski mencari nafkah di Negeri Paman Sam, para ABK ini teraplah nelayan Indonesia. Sehingga kami di KKP akan selalu berkomunikasi dengan pihak KJRI untuk mengetahui kabar teman-teman di sini,” tulisnya.

Selain itu, dalam kunjungannya ke AS, Edhy Prabowo juga menjajaki kerja sama budidaya perikanan khususnya udang dengan salah satu lembaga riset di Honolulu, Hawai.

"Saat ini, saya berada di Amerika Serikat untuk menjajaki kerjasama budidaya perikanan khususnya udang, dengan salah satu lembaga riset di Honolulu, Hawaii. Kerjasama ini guna mendorong pengembangan sektor budidaya sesuai dengan program prioritas pemerintah," ujar Edhy.

Di sela-sela kunjungannya, dia juga mengaku menyempatkan diri untuk mengisi webinar Jakarta Food Security Summit-5 di KJRI Los Angeles.

"Saya yakin, sektor kelautan dan perikanan punya potensi besar dan mampu menjadi penggerak roda perekonomian nasional," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan istrinya Iis Rosita Dewi terciduk satuan tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membeberkan bahwa penangkapan tidak hanya dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, tetapi juga di Jakarta dan Depok, Jawa Barat.

"Rabu (25/11/2020) KPK mengamankan sejumlah pihak di beberapa lokasi diantaranya Jakarta dan Depok Jabar termasuk di Bandara Soekarno Hatta sekitar jam 00.30 WIB," kata Ali lewat pesan singkat, Rabu (25/11/2020).

KPK juga memastikan mengamankan 17 orang termasuk Menteri KKP Edhy Prabowo dan istrinya Iis Rosita Dewi.

"Jumlah yang diamankan petugas KPK seluruhnya saat ini 17 orang, diantaranya adalah menteri kelautan dan perikanan beserta istri dan beberapa pejabat di KKP," ujar Ali.

Selain mengamankan Menteri KKP Edhy Prabowo, KPK juga turut mengamankan istri dan pejabat KKP dan sejumlah pihak swasta. Ali belum merinci nama pihak-pihak yang ikut diamankan selain Edhy Prabowo dan Istrinya.

Selain itu, Ali memastikan bahwa penangkapan ini terkait dengan proses penetapan calon eksportir benih lobster.

"Kasus ini diduga terkait dengan proses penetapan calon exportir benih lobster," ucap Ali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK amerika serikat kkp edhy prabowo
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top