Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rocky Gerung: FPI Bukan Musuh TNI

Bahasan soal FPI vs TNI muncul setelah insiden pembongkaran baliho Habib Rizieq. Aksi yang dipimpin oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memunculkan pembelahan baru di masyarakat.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 23 November 2020  |  18:38 WIB
Akademisi dan aktivis Rocky Gerung bersiap menjalani pemeriksaan terkait ujarannya bahwa kitab suci itu fiksi dalam program 'Indonesia Lawyers Club' (ILC), di Ditkrimsus, Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (1/2/2019). - ANTARA/Reno Esnir
Akademisi dan aktivis Rocky Gerung bersiap menjalani pemeriksaan terkait ujarannya bahwa kitab suci itu fiksi dalam program 'Indonesia Lawyers Club' (ILC), di Ditkrimsus, Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (1/2/2019). - ANTARA/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA - Akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung menekankan bahwa Front Pembela Islam (FPI) bukanlah musuh dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Organisasi masyarakat FPI adalah bagian kritik kepada kekuasaan sehingga tidak ada urusannya dengan TNI yang fungsinya adalah mempertahankan negara.

Pernyataan ini diungkapkan pada video berjudul "Beda Buku yang Dibaca Anies dengan Jokowi" yang diunggah pada Senin (23/11/2020) di akun YouTube Rocky Gerung Official.

"TNI itu jelas di desain untuk menghadapi musuh dari luar. Apakah FPI musuh TNI? Bukan. FPI itu bagian kritik kepada kekuasaan, jadi enggak ada urusan dengan TNI sebetulnya itu," ungkap Rocky dikutip pada Senin (23/11/2020).

Bahasan soal FPI vs TNI muncul ketika Rocky dan konsultan media dan politik Hersubeno Arief membahas mengenai aksi pencabutan baliho oleh TNI. Menurut mereka, aksi yang dipimpin oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memunculkan pembelahan baru di masyarakat.

Rocky kemudian melihat fenomena tersebut memperlihatkan sikap dari lingkungan politik Indonesia saat ini.

"Bagus juga akhirnya terlihat, di dalam institusi-institusi kita, ada bagian yang secara etis mempertahankan netralitas tentara. Ada yang tergoda untuk mendorong tentara masuk dalam politik," ungkap Rocky.

Dia menjelaskan penguasa seharusnya tidak ragu untuk mengatakan bahwa tentara itu beroperasi di wilayah pertahanan, bukan politik.

Menurutnya, tugas TNI menjaga kedaulatan negara dari serangan luar, bukan dari fraksi-fraksi yang ada di dalam masyarakat.

Sikap dari TNI yang menanggalkan baliho Habib Rizieq Shihab pada Jumat (20/11/2020) hingga sekarang masih belum jelas duduk perkaranya.

Rocky kemudian mengkritik pemerintah pusat dan juga Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, pemerintah pusat seharusnya memberikan sikap tegas atas keterlibatan TNI ini karena masyarakat pun saat ini menunggu respon dari masyarakat.

"Nah soal semacam ini, poin-poin semacam ini harus ditegaskan, tapi udah seminggu kita enggak lihat ketegasan dari istana artinya memang istana bermain dengan isu ini," ungkap Rocky.

Rocky melihat istana saat ini justru menunggu respon dari masyarakat terhadap isu yang bergulir ini. Dia memprediksi dalam beberapa hari ke depan bisa dipelajari kondisi kesehatan politik Indonesia masih baik atau malah memburuk, melalui meme yang beredar di internet.

Hal serupa juga diungkapkan oleh politisi dan anggota DPR RI dari Partai Gerindra Fadli Zon. Pada video YouTubenya yang berjudul "Mencopot Baliho Tugas Satpol PP Bukan TNI" mengungkapkan bahwa TNI tugasnya adalah menjaga Indonesia dari menjaga dari ancaman terutama dari ancaman luar.

Fadli Zon mengungkapkan bahwa TNI bertugas menjaga Indonesia agar Indonesia menjadi negara yang berdaulat di negeri sendiri, tidak terpecah belah.

"Ancaman dari luar, misalnya separatisme, di ujung timur Indonesia, ancaman di utara kita di laut China selatan dan di berbagai wilayah yang lain," ungkap Fadli.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi habib rizieq rocky gerung Pangdam Jaya
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top