Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konsulat Prancis di Jeddah, Arab Saudi, Diserang Pria dengan Sajam

Kedutaan Besar Prancis di Arab Saudi menyatakan seorang penjaga telah menjadi korban penyerangan dengan senjata tajam. Kondisi korban tidak kritis.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  22:40 WIB
Ilustrasi - Warga menyerukan slogan saat menyalakan api membakar spandukdengan bendera Prancis yang dicoret dalam aksi protes mengecam penerbitan kartun Nabi Muhammad di Prancis dan komentar Presiden Emmanuel Macron, di Peshawar, Pakistan, Senin, 26 Oktober 2020/Antara Foro/Reuters/Fayaz Aziz/FOC - djo
Ilustrasi - Warga menyerukan slogan saat menyalakan api membakar spandukdengan bendera Prancis yang dicoret dalam aksi protes mengecam penerbitan kartun Nabi Muhammad di Prancis dan komentar Presiden Emmanuel Macron, di Peshawar, Pakistan, Senin, 26 Oktober 2020/Antara Foro/Reuters/Fayaz Aziz/FOC - djo

Bisnis.com, JAKARTA - Konsulat Prancis di Jeddah, Arab Saudi, menjadi sasaran penyerangan seorang pria yang membawa senjata tajam.

TV pemerintah melaporkan pria berkewarganegaraan Arab Saudi itu diamankan di Jeddah usai menyerang dan melukai seorang penjaga di konsulat Prancis.

Kedutaan Besar Prancis mengatakan konsulat menjadi sasaran serangan pisau yang menyasar seorang penjaga. Keterangan resmi Kedubes Prancis itu juga menyatakan korban telah dibawa ke rumah sakit dan kondisinya tidak kritis.

"Kedutaan besar Prancis mengecam keras serangan terhadap properti diplomatik sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan," menurut pernyataan kedutaan.

Serangan itu terjadi setelah pria bersenjatakan pisau yang meneriakkan 'Allahu Akbar' memenggal seorang perempuan dan menewaskan dua orang lainnya di Kota Nice, Prancis pada Kamis pagi. Wali Kota Nice Christian Estrosi menggambarkan serangan tersebut sebagai terorisme.

Prancis masih berduka dengan kasus pemenggalan guru sekolah, Samuel Paty, oleh seorang pria asal Chechnya pada Oktober ini.

Pelaku mengaku ingin membalas Paty karena telah memperlihatkan kartun Nabi Muhammad dalam sebuah diskusi di kelas.

Sejak pembunuhan Paty, pejabat Prancis menegaskan kembali hak untuk memperlihatkan kartun tersebut, dan gambar-gambar itu secara luas dipajang dalam sebuah aksi solidaritas untuk guru tersebut.

Hal itulah yang telah memicu amarah di sebagian dunia Muslim, dengan sejumlah pemerintah menuduh Presiden Prancis Emmanuel Macron mengejar agenda anti-Islam.

Arab Saudi pada Selasa mengecam kartun yang menghina Nabi Muhammad, namun kerajaan itu tidak menggemakan seruan dari berbagai negara Muslim lain untuk mengambil tindakan terkait gambar Nabi yang dipajang di Prancis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis arab saudi

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top