Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PPP Ragukan Kapasitas 3 Menteri, Usul Ada Wakil Menteri

Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin telah memilih menteri untuk menjadi pembantunya selama lima tahun ke depan. Meski begitu, ada sosok yang diragukan karena dianggap tidak sesuai kapasitasnya.
Suasana sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Sidang kabinet paripurna itu merupakan sidang perdana yang diikuti menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju./Antara
Suasana sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Sidang kabinet paripurna itu merupakan sidang perdana yang diikuti menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin telah memilih menteri  Kabinet Indonesia Maju untuk menjadi pembantunya selama lima tahun ke depan. Meski begitu, ada sosok yang diragukan karena dianggap tidak sesuai kapasitasnya. 

Beberapa di antara mereka adalah Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Keduanya tidak memiliki pengalaman sesuai bidang. Rachrul berlatar belakang militer, Wishnutama seorang ahli media massa, sementara Nadiem adalah pengusaha.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengatakan bahwa untuk membantu mereka, sebaiknya Presiden menunjuk wakil menteri. 

“Melengkapi jabatan menteri yang dilihat dari aspek keilmuan dan pengalamannya ketika disandingkan dengan tupoksi [tugas, pokok, dan fungsi] yang akan dilakukan, maka perlu penguatan,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Pria yang disapa Awiek ini menjelaskan bahwa wakil menteri harus sesuai dengan keahlian dan kualifikasi pada bidangnya agar menteri dan orang nomor dua setelahnya bisa saling berkolaborasi.

Adanya wakil ini bukan hal baru. Jokowi juga pernah menunjuk di beberapa kementerian pada periode pertama menjabat kepala negara.

“Itu untuk menjawab keraguan publik. Bahwa dari aspek keilmuan Nadiem Makarim masih dipertanyakan. Kalau aspek kemampuan, skill beliau punya kemampuan. Namun, dari aspek keilmuan bidang pendidikan atau manajemen pendidikan masih ada yang mempertanyakan,” jelasnya. 

Sebelumnya, Wishnutama mengaku harus banyak belajar terkait penggabungan Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif. Dia sedang mempelajari teknis dan mekanisme penggabungan kedua lembaga tersebut. 

“Jadi secara detail saya ingin memelajari aturannya bagaimana, apakah penyelarasan dan gabungan ini,” katanya saat rapat pertama kabinet di Istana Negara, Kamis (24/10/2019).

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas mengatakan bahwa banyak kiai yang protes dan menyatakan kecewa terhadap dipilihnya Fachrul Razi sebagai menteri agama.

“Banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes,” katanya saat dihubungi Rabu (23/10/2019).

Saat serah terima jabatan di Gedung Kemendikbud kemarin, Nadiem mengatakan bahwa berada di lingkungan ini membuatnya harus belajar lagi karena tidak memiliki latar belakang pendidikan ataupun kebudayaan. 

“Saya bukan di sini untuk menjadi guru saya disini untuk menjadi murid. Saya mulai dari nol di pendidikan dan saya akan belajar sebanyak-banyaknya. Mohon sabar dengan saya, walaupun saya bukan dari latar belakang pendidikan, tapi saya murid yang cukup baik dan saya belajar cepat,” katanya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper