Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hasil Pileg 2019 : Ini 3 Tokoh Wakil Rakyat Asal Papua Barat

Dalam Rapat Paripurna DPR di Jakarta, Selasa (20/8/2019), politikus Partai Demokrat Michael Wattimena meminta aparat keamanan mengusut akar masalah dari kerusuhan di Papua Barat.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  16:20 WIB
Suasana Sidang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019)./JIBI - Bisnis/Dedi Gunawan
Suasana Sidang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019)./JIBI - Bisnis/Dedi Gunawan

Kabar24.com, JAKARTA — Perisitiwa kerusuhan silih berganti terjadi di sejumlah kabupaten atau kota di Provinsi Papua Barat.

Diawali dari Kabupaten Manokwari—yang merupakan lokasi ibu kota Papua Barat—pada Senin (19/8/2019), berlanjut ke Kota Sorong pada keesokan harinya, dan Rabu (21/8/2019) hari ini merembet ke Kabupaten Fakfak.

Kerusuhan tersebut dipicu sentimen rasial terhadap mahasiswa asal Tanah Papua di Kota Surabaya dan Kota Malang, Jawa Timur, menjelang dan saat peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI.

Kendati permintan maaf dari pemerintah daerah setempat telah terlontar, tetapi emosi masih dilampiskan lewat aksi demonstrasi.

Unjuk rasa di Bumi Kasuari tak pelak memancing reaksi dari Anggota DPR Dapil Papua Barat, Michael Wattimena. Dalam Rapat Paripurna DPR di Jakarta, Selasa (20/8/2019), politikus Partai Demokrat itu meminta aparat keamanan mengusut akar masalah dari kerusuhan di Papua Barat.

“Melalui forum yang mulia ini, kami minta supaya diusut dengan tegas kejadian di Surabaya dan di Malang. Sebenarnya ini konten politiknya apa? Apalagi ini masih dalam suasana ulang tahun kemerdekaan yang ke-74, pasti ada yang main di balik ini semua,” ujar Wattimena seperti dikutip dari situs resmi DPR.

Meski lantang menyuarakan aspirasi konstituennya, Wattimena tidak bisa lagi melanjutkan kiprahnya di DPR periode 2019—2024. Di Dapil Papua Barat, Demokrat hanya sanggup memperoleh 68.147 suara dalam Pileg 2019 alias duduk di peringkat kelima.

Mengingat jatah Dapil Papua Barat hanya tiga kursi DPR, Demokrat tidak lagi memiliki wakil di Senayan. Perolehan suara Wattimena sebanyak 47.394 suara pun menjadi ‘percuma’.

Sementara itu, penggondol kursi DPR Dapil Papua Barat adalah Partai Nasdem yang mengumpulkan 109.157 suara, disusul Partai Golkar 103.012 suara, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 101.713 suara.

Calon anggota DPR peraih suara terbanyak Nasdem adalah Rico Sia dengan 50.415 suara. Adapun, Golkar dan PDIP masing-masing diwakili oleh Robert J. Kardinal 62.303 suara, dan Jimmy Demianus Ijie 66.555 suara.

Berikut klasemen perolehan suara partai politik di Dapil Papua Barat berdasarkan penetapan Komisi Pemilihan Umum.

PEROLEHAN SUARA PARPOL PILEG 2019 DAPIL PAPUA BARAT 

Peringkat 

Partai Politik 

Suara 

Partai Nasdem 109.157 
Partai Golkar 103.012 
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 101.713 
Partai Gerindra 73.961 
Partai Demokrat 68.147 
Partai Kebangkitan Bangsa 29.843 
Partai Amanat Nasional 26.429 
Partai Persatuan Indonesia 20.010 
Partai Keadilan Sejahtera 16.162 
10 Partai Hanura 15.750 
11 Partai Berkarya 11.016 
12 Partai Persatuan Pembangunan 8.089 
13 Partai Solidaritas Indonesia 6.919 
14 Partai Bulan Bintang 3.891 
15 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 3.617 
16 Partai Gerakan Perubahan Indonesia  3.391 
   

Total  

601.107 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr papua wakil rakyat papua barat
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top