Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PM May Siapkan Jadwal Pemilu untuk Mengganti Dirinya

Perdana Menteri Inggris Theresa May berjanji untuk menetapkan jadwal pemilihan penggantinya setelah pemungutan suara Brexit dilakukan pada minggu pertama Juni.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 17 Mei 2019  |  10:12 WIB
Perdana Menteri Inggris Theresa May tiba untuk mengadakan konferensi pers setelah pertemuan para pemimpin Uni Eropa yang luar biasa untuk membahas Brexit, di Brussels, Belgia 11 April 2019 - Reuters
Perdana Menteri Inggris Theresa May tiba untuk mengadakan konferensi pers setelah pertemuan para pemimpin Uni Eropa yang luar biasa untuk membahas Brexit, di Brussels, Belgia 11 April 2019 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Perdana Menteri Inggris Theresa May berjanji untuk menetapkan jadwal pemilihan penggantinya setelah pemungutan suara Brexit dilakukan pada minggu pertama Juni.

Janji itu disampaikannya menyusul pertemuan antara perdana menteri dan anggota parlemen senior Partai Konservatif (Tory) yang menuntut tanggal perpisahannya dari Downing Street.

Jika May kehilangan suara pada rencana Brexitnya, yang sudah ditolak tiga kali, menurut sumber BBC, dia akan mengundurkan diri sebagaimana dikutip BBC.com, Jumat (17/5/2019).

Sementara itu, Boris Johnson mengatakan dia akan mencalonkan diri sebagai pemimpin begitu May meninggalkan jabatannya.

Sang perdana menteri selamat dari mosi tak percaya anggota parlemen Konservatif pada akhir tahun lalu. Sesuai peraturan partai dia tidak dapat secara resmi ditantang lagi sampai Desember tahun ini.

Aan tetapi May mendapat tekanan yang meningkat untuk meninggalkan Downing Street pada musim panas ini di tengah kebuntuan Brexit. Sela itu kierja Partai Konservatif dalam pemilihan lokal baru-baru ini di Inggris juga tidak bagus.

Editor politik BBC Laura Kuenssberg mengatakan bahwa sumber senior partai mengatakan kepadanya bahwa "tidak dapat dibayangkan" perdana menteri dapat tetap menjabat jika anggota parlemen menolak rencana Brexit untuk keempat kalinya.

Sedangkan Ketua Fraksi Konservatif, Sir Graham Brady mengatakan bahwa dia telah mencapai kesepakatan mengenai masa depan perdana menteri selama pembicaraan yang "sangat jujur" di Parlemen.

Dia mengatakan eksekutif komite dan May akan bertemu lagi untuk membahas masa depannya. Pertemuan itu dilakukan setelah sidang parlemen pertama untuk membahas RUU Perjanjian Penarikan Diri yang dimulai pada 3 Juni mendatang.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Brexit Theresa May
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top