Trump Berharap Tak Akan Perang Dengan Iran

John Andhi Oktaveri | 17 Mei 2019 06:12 WIB
Bendera Iran berkibar di lapangan minyak Soroush di Teluk Persia, Iran, Senin (25/7/2005), - Reuters/Raheb Homavandi

Bisnis.com, JAKARTA — Meski ketegangan hubungannya dengan Iran terus meningkat, namun Presiden Donald Trump kemarin mengataan berharap Amerika Serikat tidak akan berperang dengan negara itu.

Pernyataan tersebut disampaikannya kepada Presiden Swiss, Ueli Maurer yang negaranya telah berfungsi sebagai saluran diplomatik antara kedua negara.

Ketika ditanya oleh wartawan apakah Washington akan berperang dengan Teheran, Trump menjawab, “Semoga tidak” ketika dia menyapa Maurer di Gedung Putih sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (17/5/2019).

Sejauh ini Ketegangan telah meningkat dalam beberapa hari terakhir dengan munculnya kekhawatiran tentang potensi konflik AS-Iran. Awal pekan ini Amerika Serikat menarik beberapa staf diplomatik dari kedutaan besarnya di Baghdad setelah terjadi serangan akhir pekan terhadap empat kapal tanker minyak di Teluk.

Swiss, sebagai negara netral, secara historis menjadi penghubung antara Amerika Serikat dan Iran, yang tidak memiliki hubungan diplomatik.

Sebuah pernyataan Gedung Putih mengatakan kedua pemimpin membahas “sejumlah masalah internasional, termasuk krisis di Timur Tengah dan di Venezuela.”

“Presiden Trump mengucapkan terima kasih atas peran Swiss dalam memfasilitasi mediasi internasional dan hubungan diplomatik atas nama Amerika Serikat,” menurut pernyataan itu.

Harian The Washington Post, sebagaimana mengutip para pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, melaporkan kemarin malam bahwa Trump lebih memilih rute diplomatik dengan Iran. Hanya saja Trump khawatir bahwa beberapa penasihatnya mendorongnya untuk perang.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan kepada Fox News Channel “Fox & Friends” bahwa tidak ada gesekan antara Trump dan para penasihatnya dan dia menerima pandang yang berbeda.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup