Balas Serangan Hamas, Israel Gempur Jalur Gaza

Militer Israel meluncurkan serangan udara di Jalur Gaza sebagai balasan atas serangan roket kemarin yang mencederai tujuh penduduk di sebelah utara Tel Aviv.
Balas Serangan Hamas, Israel Gempur Jalur Gaza John Andhi Oktaveri | 26 Maret 2019 07:31 WIB
Balas Serangan Hamas, Israel Gempur Jalur Gaza
Presiden AS Donald Trump berada di sebelah Perdana Menteri Israel Benjamin dalam upacara penandatanganan proklamasi yang mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan di Ruang Penerimaan Diplomatik di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Maret 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Militer Israel meluncurkan serangan udara di Jalur Gaza sebagai balasan atas serangan roket kemarin yang mencederai tujuh penduduk di sebelah utara Tel Aviv.

Dalam cuitannya, militer Israel mengatakan target yang disasar meliputi markas intelijen militer Hamas serta gedung kantor pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh. Gedung itu diklaim telah hancur, namun Ismail Haniyeh sendiri diyakini tidak sedang berada di dalamnya.

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan sebanyak tujuh orang cedera dalam serangan udara tersebut. Sebelumnya, militer Israel menyalahkan Hamas sebagai penguasa Gaza atas peluncuran roket yang menghantam rumah warga Israel yang mencederai tujuh orang.

Roket mendarat di komunitas Mishmeret, 20 km ke arah utara dari kota Tel Aviv. Jangkauan roket dari Palestina itu tercatat yang paling jauh masuk ke wilayah Israel sejak konflik tahun 2014 dengan kelompok militan di Gaza.

Melihat perkembangan tersebut, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mempersingkat kunjungannya di Amerika Serikat dan berjanji untuk membalas serangan.

"Israel tidak akan menolerir ini, saya tidak akan menolerir ini," kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di sela-sela kunjungannya ke Washington DC sebagaimana dikutip CNN.com, Selasa (26/3/2019).

"Israel akan merespons agresi keji ini dengan keras," katanya.

Pernyataan perdana menteri itu disampaikan di tengah tuduhan dari kubu lawan menjelang pemilihan bahwa Netanyahu menunjukkan kelemahan dalam menghadapi ancaman keamanan.

Sejauh ini belum ada kelompok milisi Palestina yang mengklaim telah menembakkan roket ke Israel. Seorang pejabat Hamas mengatakan pihaknya "tidak mempunyai kepentingan" untuk melakukannya.

Tujuh orang mengalami luka setelah roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza menghantam rumah milik keluarga Israel-Inggris di Israel tengah pada Senin pagi (25/3/2019).

Pihak militer Israel mengatakan roket yang menghantam rumah di Mishmeret tersebut diluncurkan dari Rafah, Jalur Gaza selatan, yang berjarak sekitar 120 km dari lokasi jatuhnya roket. Ledakan yang ditimbulkan oleh roket menghancurkan rumah dan membuatnya terbakar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hamas, israel

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top