Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dubes Australia Tegaskan Penembakan di Christchurch Aksi Terorisme

Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan kembali menegaskan bahwa aksi penembakan di dua masjid di Christchurch yang terjadi pada Jumat pekan lalu merupakan aksi terorisme.
Brenton Tarrant didakwa atas pembunuhan sehubungan dengan serangan masjid, saat di Pengadilan Distrik Christchurch, Selandia Baru 16 Maret 2019./Reuters
Brenton Tarrant didakwa atas pembunuhan sehubungan dengan serangan masjid, saat di Pengadilan Distrik Christchurch, Selandia Baru 16 Maret 2019./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan kembali menegaskan bahwa aksi penembakan di dua masjid di Christchurch yang terjadi pada Jumat pekan lalu merupakan aksi terorisme.

"Aksi tersebut jelas merupakan terorisme. Kami [Australia] sudah sampaikan dengan jelas," ungkap Quinlan kala bertemu dengan petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Pernyataan Quinlan ini datang menyusul anggapan yang beredar di tengah masyarakat bahwa media Barat dan pemerintah setempat menggunakan standar ganda dalam memberi label terhadap pelaku penembakan Christchurch, Brenton Tarrant.

Anggapan bernada serupa juga dipaparkan oleh Sekretaris Jenderel MUI Anwar Abbas. Ia mempertanyakan sikap media dan pemerintah negara Barat yang kerap melabeli Islam sebagai agama radikal dan sumber terorisme. Namun label serupa tak disematkan pada pelaku penembakan Christchurch yang diketahui adalah seorang warga Australia dan disinyalir pendukung supremasi kulit putih dan paham ekstremis sayap kanan.

Sejumlah pemimpin negara dunia termasuk Australia dan Selandia Baru sejatinya telah mengutuk aksi keji di Christchurch sebagai perbuatan teroris. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern usai aksi tersebut ia dengan tegas menyatakan bahwa aksi mengerikan yang menyasar dua masjid di kota yang berjarak lebih dari 400 kilometer dari Wellington itu sebagai "aksi terorisme".

Pernyataan serupa juga disampaikan Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Di hadapan publik Negeri Kanguru, Morrison menyatakan bahwa aksi penembakan itu dilakukan oleh "orang ekstremis sayap kanan dan teroris".


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper