Survei LSI: Tujuh Parpol Diprediksi Lolos Ambang Batas Parlemen

Komposisi DPR RI hasil pemilu legislatif 2019 diprediksi akan diisi wakil rakyat dari tujuh partai politik.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  18:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Komposisi DPR RI hasil pemilu legislatif 2019 diprediksi akan diisi wakil rakyat dari tujuh partai politik.

Prediksi itu berdasarkan survei LSI Denny JA yang dilakukan 18-25 Januari 2019.

Ketujuh parpol yang dapat mengirim anggotanya ke kursi parlemen pusat adalah PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, Demokrat, NasDem, dan PKS. Elektabilitas ketujuh parpol tersebut melampaui parliamentary threshold (PT), atau ambang batas suara parlemen di pemilu 2019 sebesar 4%.

PDIP menjadi parpol yang terbanyak dipilih dengan elektabilitas 23,7%. Menyusul dibelakangnya ada Gerindra yang mendapat 14,6% dukungan.

Pada posisi tiga, ada Golkar dengan dukungan 11,3%. PKB menempati urutan keempat dengan raihan 8,2%.

Partai Demokrat menempati posisi lima dengan dukungan 5,4% responden. Posisi keenam dan ketujuh ditempati NasDem dan PKS yang meraih 4,5% dan 4% suara.

“PDIP unggul di aneka kantong suara dan menjadikannya juara satu. Gerindra juara dua dengan dukungan mencoloj di pemilih terpelajar. Golkar berada di posisi tiga menempel ketat Gerindra untuk merebut juara dua,” ujar peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar dalam rilis yang diterima Bisnis, Rabu (20/2/2019).

NasDem disebut menjadi kekuatan baru yang masuk daftar parpol-parpol berpotensi menghuni DPR RI periode 2019-2024. Kemudian, Partai Perindo dianggap mulai bergeliat karena selisih elektabilitasnya dengan PKS tipis.

Dalam survei yang sama, elektabilitas Perindo tercatat sebesar 3,6%. Jumlah itu hanya berjarak 0,4% dari elektabilitas PKS di urutan ketujuh.

Survei LSI Denny JA melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi. Metode survei adalah multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 2.8%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019, parliamentary threshold

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top