20 Tahun Reformasi: Kekuatan Ekonomi era Soeharto Masih Menancap Kuat

Romantisme kehidupan ekonomi Orde Baru masih membayang dalam memori masyarakat Indonesia lantaran sepanjang 20 tahun Reformasi kepuasan di bidang tersebut belum tercapai.
Samdysara Saragih | 20 Mei 2018 19:53 WIB
Transparency International pernah menurunkan laporan bertajuk bertajuk Global Corruption Report yang mencatat lima pemimpin negara paling korup, yaitu Soeharto (Indonesia), Mobutu Sese Seko (Zaire), Sani Abacha (Nigeria), Slobodan Milosevic (Serbia), dan Jean Claude Duvailer (Peru).

Kabar24.com, JAKARTA — Romantisme kehidupan ekonomi Orde Baru masih membayang dalam memori masyarakat Indonesia lantaran sepanjang 20 tahun Reformasi kepuasan di bidang tersebut belum tercapai.

Sekitar 54,6% publik Tanah Air menganggap kondisi ekonomi di masa kekuasaan Presiden Soeharto paling baik dibandingkan dengan era sebelum maupun sesudahnya. Hanya 24,6% masyarakat yang merasakan era Reformasi mampu menggiring perbaikan ekonomi.

Penilaian tersebut direkam lembaga riset Indo Barometer ketika melakukan survei pada 12-22 April 2018. Tercatat 1.200 orang menjadi responden survei yang diklaim memiliki marjin kesalahan +/- 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95% itu.

Kepuasan ekonomi Orba kontras dengan kondisi ekonomi saat ini yang dianggap publik belum memenuhi ekspektasi. Indo Barometer menemukan bidang ekonomi—seperti perekonomian rakyat, lapangan pekerjaan, dan harga kebutuhan pokok—berada di jajaran atas daftar permasalahan paling mendesak di mata masyarakat.

“Memang respon masyarakat paling rendah di bidang ekonomi, kesejahteraan, dan lainnya,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari dalam acara rilis survei bertajuk Evaluasi 20 Tahun Reformasi di Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Meski demikian, Indo Barometer mendapati fakta bahwa 49,5% respondennya mengakui kemajuan reformasi perekonomian setelah tumbangnya Orba. Hanya 11,5% responden merasa reformasi ekonomi mundur, sementara 29,3% responden menganggap tidak ada kemajuan sama sekali.

Mengacu survei tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Putu Supadma Rudana menilai bidang ekonomi menjadi pekerjaan rumah terbesar pemerintahan saat ini. Dia mendorong diversifikasi ekonomi andalan dari komoditas ke pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Pemimpin ke depan harus mengerti konsep ini. Potensinya cukup besar,” ujarnya di tempat yang sama.

Tag : politik, reformasi, soeharto
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top