Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bupati Kukar Rita Widyasari Siap Buktikan Asal-Usul Hartanya

Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari siap membuktikan seluruh hartanya jika Komisi Pemberantasan Korupsi berupaya menjerat dirinya dengan Tindak Pidana Pencucian Uang.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 13 Oktober 2017  |  21:21 WIB
Bupati (nonaktif) Kutai Kartanegara Rita Widyasari tiba untuk menjalani pemeriksaan perdana, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/10). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Bupati (nonaktif) Kutai Kartanegara Rita Widyasari tiba untuk menjalani pemeriksaan perdana, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/10). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Kabar24.com,JAKARTA - Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari siap membuktikan seluruh hartanya jika Komisi Pemberantasan Korupsi berupaya menjerat dirinya dengan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Saya siap membuktikan. Kalau pencucian uang harus ada pembuktian terbalik,” ujarnya, ditemui usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jumat (13/10/2017).

Rita menjelaskan terkait kepemilikan mobil sejauh ini dia hanya memiliki satu mobil yakni Toyota Alphard. Empat mobil lain yakni Everest digunakan saat kampanye, kemudian Land Cruiser merupakan milik Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara dan Hammer kepunyaan ibunya.

KPK telah menetapkan Rita Widyasari sebagai tersangka bersama Khairudin, ketua tim suksesnya dalam Pilgub Kalimantan Timur mendatang, serta Tim 11 yang diduga memiliki kaitan dengan berbagai proyek di lingkungan Pemkab Kukar.

Adapun tersangka lainnya adalah Hery Susanto Gun, Dirut PT Sawit Golden Prima (SGP).

Hery diduga memberikan uang Rp6 miliar kepada Rita terkait pemberian izin lokasi untuk keperluan lahan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kukar kepada PT SGP.

Suap itu diduga diterima sekitar Juli dan Agustus 2010 dan terindikasi pemberian suap bertujuan untuk memuluskan proses perizinan lokasi perkebunan.

Selain suap, Rita juga diduga bersama-sama Khairudin menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajibannya yakni uang sebesar US$775.000 atau setara Rp6,9 miliar.

Gratifikasi ini berkaitan dengan sejumlah proyek di Kutai Kartanegara selama masa jabatan tersangka.

KPK menjerat Rita dalam statusnya sebagai tersangka penerima suap dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang (UU) No.31/1999 yang diperbaharui dalam UU No.20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, bersama-sama dengan Khairudin sebagai tersangka penerima gratifikasi, Rita dan kompatriotnya tersebut dijerat dengan Pasal 12 B UU yang sama juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara itu, Hery dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tindak Pidana Korupsi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK suap bupati kutai kartanegara (kukar) rita widyasari
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top