Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Jokowi : Pemerintah dan Rakyat Tidak Akan Diam Hadapi Ancaman

Presiden Joko Widodo menyatakan tidak akal tinggal diam jika menghadapi ancaman. Bersama rakyat, pemerintah akan menghadapi setiap upaya sistematis yang mengancam keutuhan NKRI.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Juli 2017  |  15:35 WIB
Presiden Joko Widodo menyerahkan bendera Merah Putih untuk dikibarkan, saat upacara peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI, di Istana Kepresidenan, di Jakarta, Rabu (17/8/2016). - REUTERS/Darren Whiteside
Presiden Joko Widodo menyerahkan bendera Merah Putih untuk dikibarkan, saat upacara peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI, di Istana Kepresidenan, di Jakarta, Rabu (17/8/2016). - REUTERS/Darren Whiteside

Kabar24.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyatakan tidak akal tinggal diam jika menghadapi ancaman. Bersama rakyat, pemerintah akan menghadapi setiap upaya sistematis yang mengancam keutuhan NKRI.

"Saya ingin menegaskan lagi bahwa pemerintah dan rakyat tidak akan tinggal diam dengan adanya upaya sistematis untuk mengancam keutuhan NKRI," kata Presiden Jokowi ketika memimpin rapat kabinet terbatas tentang bela negara di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Dalam ratas yang juga dihadiri Wapres M Jusuf Kalla, Presiden Jokowi menyebutkan saat ini ancaman sudah berkembang hingga bersifat multidimensi.

"Ancaman tidak hanya fisik tapi juga ancaman nonfisik, mulai dari ideolologi politik ekonomi sampai sosial budaya," katanya.

Presiden Jokowi menegaskan pemerintah dan rakyat tidak akan membiarkan berbagai ancaman merongrong Pancasila sebagai dasar negara.

"Oleh karena itu rapat terbatas sore hari ini kita akan membahas pemantapan program bela negara yang bisa menghimpun energi kolektif bangsa untuk menghadapi berbagai bentuk ancaman yang bersifat multidimensional," kata Presiden.

Ia mengingatkan kembali bela negara adalah tugas semua elemen bangsa. "Sebagai warga negara dan anak bangsa apa pun latar belakangnya, pendidikannya, agamanya, sukunya sesuai amanah konstitusi, memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk ikut bela negara," tegas Presiden.

Presiden meminta agar nilai-nilai kebangsaan nasionalisme dan patriotisme dipupuk sejak dini dalam menghadapi berbagai ancaman.

"Mereka harua mulai dididik bukan saja nilai-nilai etos kerja, disiplin, integritas, tapi juga nilai-nilai mencintai bangsa dan Tanah Air yang Bhineka Tunggal Ika," ujar Presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi presiden bela negara

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top