Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Buwas: Penanganan Penyalahgunaan Narkoba Belum Maksimal

Penanganan penyalagunaan narkotika di Indonesia masih belum maksimal.
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan A. Wicaksono - Bisnis.com 11 Juli 2017  |  22:44 WIB
Buwas: Penanganan Penyalahgunaan Narkoba Belum Maksimal
Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso (kanan) menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/6). - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA – Penanganan penyalagunaan narkotika di Indonesia masih belum maksimal.

Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso mengungkapkan penanganan tersebut belum maksimal di tengah besarnya porsi Indonesia di pasar Asia, bahkan dunia. Jenis narkotika apapun di dunia, lanjutnya, ada di Tanah Air.

“Penanganan narkotika di Indonesia belum serius, dianggap narkotika itu tidak penting. Masalah narkotika itu cuma dua hal, yaitu demand dan supply,” ujarnya dalam forum diskusi Bakohumas Kementerian/Lembaga, Selasa (11/7/2017).

Indonesia, lanjutnya, mengalami peningkatan pengguna penyalahgunaan narkoba. Pada 2015, ada 5,9 juta pengguna dan meningkat menjadi 6,4 juta pengguna pada tahun lalu. Peningkatan ini dikarenakan kurangnya pemahaman masyarajat terhadap bahaya narkotika.

Rosarita Niken Widiastuti selaku Ketua Bakohumas menyatakan dukungan sepenuhnya. Hal ini bisa dilakukan setelah Bakohumas mendapat data-data dan informasi dari BNN untuk tahap analisis.

“Setelah itu akan kita manage isu-isu bagaimana cara penyebaran baik itu caranya sosialisasi, edukasi ataupun yang berkaitan dengan penindakan dan juga upaya-upaya kuratif rehabiltasi dan lain sebgainya,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

narkoba narkotika Budi Waseso
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top