Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (31/8/2025) pukul 12.23 WIB. Kehadirannya bertepatan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto yang memanggil sejumlah pimpinan partai politik.
"Hari ini saya bersama siapa saya nggak tahu, pokoknya akan ada pertemuan dengan presiden. Terus yang kedua, nanti akan ada rapat kabinet," kata Cak Imin kepada wartawan di Istana.
Menanggapi fenomena sejumlah anggota DPR yang dinonaktifkan karena dinilai arogan dan isu soal tunjangan dewan, Cak Imin menilai momentum saat ini harus dijadikan ajang evaluasi menyeluruh.
"Oh iya, tentu saja ini menjadi momentum untuk kita semua melakukan evaluasi, sekaligus mereformasi diri masing-masing. Semua lembaga saya kira, baik legislatif maupun eksekutif, untuk benar-benar memahami tuntutan aspirasi itu. Aspirasi untuk menunjukkan solidaritas," ujarnya.
Ia menegaskan tunjangan rumah dan berbagai fasilitas anggota DPR memang harus dievaluasi.
“Ya, tunjangan rumah harus dievaluasi. Ya, semua, semua dievaluasi. Semua yang bersifat menghasilkan kecemburuan, dievaluasi," katanya.
Baca Juga
Cak Imin juga menekankan pentingnya transparansi terkait fasilitas dan gaji pejabat publik.
“Ya, memang hari ini nggak ada yang bisa ditutupi, kan. Semuanya terbuka. Keterbukaan itulah yang harus menjadi bagian dari dialog kita dengan masyarakat," ucapnya.
Ditanya soal jadwal sidang kabinet dan undangan dari Presiden Prabowo, dia menyebut komunikasi sudah dilakukan sejak kemarin.
“Ya, dari kemarin sudah janjian-janjian terus," katanya, seraya menambahkan belum tahu pasti jam rapat kabinet akan digelar.
Sementara terkait isu Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dikabarkan mendatangi Hambalang untuk mengajukan pengunduran diri, Cak Imin mengaku tidak mengetahui.
“Ah enggak tahu saya,” ujarnya singkat.