Bisnis.com, JAKARTA - Petugas keamanan disorot usai insiden penembakan terhadap calon presiden (capres) AS Donald Trump, saat kampanye, pada Sabtu (13/7/2024).
Anggota parlemen Partai Republik mengatakan akan melakukan penyelidikan cepat terkait penembak yang tampaknya berhasil menghindari pengawalan Agen Rahasia dan naik ke atap gedung dekat tempat Donald Trump berpidato.
Meskipun informasi tentang insiden tersebut masih minim, laporan awal mengatakan bahwa penembak Trump berada di luar tempat kampanye di Butler, Pennsylvania.
Para pendukung Trump mengecam Agen Rahasia yang memiliki tanggung jawab utama untuk melindungi Trump sebagai mantan Presiden AS.
Sekutu Trump, Elon Musk bahkan menyerukan agar pimpinan dari lembaga Agen Rahasia tersebut mengundurkan diri.
"Bagaimana seorang penembak jitu dengan perlengkapan senapan lengkap diperbolehkan merangkak ke atap terdekat dengan calon presiden?," kata aktivis konservatif, Jack Posobiec di situs media sosial X.
Baca Juga
Ketua DPR dari Partai Republik Mike Johnson mengatakan di media sosial bahwa DPR akan mengundang Direktur Agen Rahasia Kimberly Cheatle dan pejabat terkait lainnya dari DHS (Departemen Keamanan Dalam Negeri), serta FBI untuk menghadiri sidang di hadapan komite secepatnya.
Dilansir Reuters, Agen Rahasia mengatakan setelah penembakan itu, telah memulai penyelidikan dan memberi penjelasan kepada Presiden Demokrat Joe Biden, saingan Trump.
Seorang warga, Ben Maser berada di luar area kampanye dan mendengarkan Trump, ketika dia melihat dua petugas polisi tampak sedang mencari seseorang. Maser, seorang tukang las berusia 41 tahun, mulai mengamati area tersebut.
"Saya melihat orang itu di atap. Saya memberi tahu petugas bahwa dia ada di sana. Dia pun mencarinya," kata Maser.
Mantan Agen Rahasia yang bertugas dalam operasi kepresidenan, Joseph LaSorsa mengatakan bahwa serangan itu pasti akan menyebabkan peninjauan ulang terhadap keamanan Trump, dan ke depannya ia kemungkinan akan diberikan tingkat perlindungan yang lebih mirip dengan presiden yang sedang menjabat.
"Akan ada peninjauan intensif atas insiden tersebut dan akan ada penataan ulang besar-besaran. Ini tidak boleh terjadi," katanya.
Agen Rahasia mengatakan bahwa baru-baru ini sudah menambahkan sumber daya dan kemampuan perlindungan ke dalam tim keamanan Trump, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Seorang agen pensiunan yang bekerja di bidang layanan perlindungan, mengatakan insiden itu seharusnya memicu tinjauan internal, dan idealnya juga tinjauan eksternal.
"Besarnya situasi ini menuntut pengawasan menyeluruh untuk mencegah kegagalan seperti itu di masa mendatang dan untuk memastikan akuntabilitas di semua tingkatan," kata agen pensiunan tersebut.