Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Raihan Suara PSI Nyaris Stagnan Usai dikritik Kanan Kiri

Setelah sempat melonjak, pergerakan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai melambat bahkan nyaris stagnan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bersama Erina Gudono usai mencoblos di TPS 063 Tower 10 Apartemen Taman Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2024). JIBI/Annasa Rizki Kamalina
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bersama Erina Gudono usai mencoblos di TPS 063 Tower 10 Apartemen Taman Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2024). JIBI/Annasa Rizki Kamalina

Bisnis.com, JAKARTA -- Setelah sempat melonjak, pergerakan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai melambat bahkan nyaris stagnan. PSI adalah partai yang dipimpin oleh putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep.

Berdasarkan data pemilu2024.go.id, pada Senin (4/3/2024) pukul 14.47 WIB, raihan suara PSI secara persentase tidak banyak berubah dibandingkan dengan dua hari yang lalu. PSI saat ini memperoleh suara 3,13% atau masih di bawah PPP yang tercatat naik menjadi 4,01%.

Pada pekan lalu, suara PSI tiba-tiba melonjak ketika mayoritas partai parlemen maupun non parlemen mengalami stagnasi bahkan penurunan persentase suara.

Bisnis telah mencermati lonjakan suara PSI itu sejak tanggal 20 Februari 2024. Pada Senin pukul 06.00 WIB suara PSI masih di kisaran angka 2,54% dengan persentase suara yang masuk sebesar 57,94%. Angka itu cenderung stagnan sampai akhirnya pada tanggal 26 Februari 2024, pukul 04.00 WIB, suara PSI telah berada di angka 2,68%.

Sejak saat itu, suara PSI mulai secara simultan mengalami kenaikan yang cukup eksponensial. Hanya sehari berselang, suara PSI telah mencapai 2,75% atau secara persentase naik 0,87% hampir 1%. 

Tren itu terus berlangsung, pada tanggal 28 Februari suara PSI telah menembus angka 2,79%. Pada hari berikutnya, 29 Februari 2024, suara PSI di angka 2,85%. Puncaknya, pada tanggal 1 Maret, perolehan suara PSI telah menembus angka 3% dan semakin mendekati ambang batas parlemen atau parliamentary threshold di angka 4%.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Edi Suwiknyo
Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper