Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Israel Bombardir Rafah, Palestina Kirim Surat ke DK PBB

Duta Besar Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Riyad Mansour menyerukan penghentian serangan Israel terhadap Kota Rafah di Jalur Gaza.
Tank Israel melaju di Jalur Gaza, Palestina pada Rabu (24/1/2024). - Bloomberg/Kobi Wolf
Tank Israel melaju di Jalur Gaza, Palestina pada Rabu (24/1/2024). - Bloomberg/Kobi Wolf

Bisnis.com, JAKARTA - Duta Besar Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Riyad Mansour menyerukan penghentian serangan Israel terhadap Kota Rafah di Jalur Gaza, dalam sebuah surat kepada Dewan Keamanan (DK) PBB.

Mansour menyatakan bahwa Rafah kini melindungi warga sipil yang meninggalkan rumahnya karena aktivitas serangan militer Israel. 

“Saya menulis lagi dengan sangat mendesak untuk menegaskan kembali seruan kami untuk segera melakukan mobilisasi internasional guna menghentikan perang genosida Israel terhadap rakyat Palestina," katanya di surat itu. 

Melansir TASS, dia menjelaskan di dalam surat tersebut, pihaknya kembali menyerukan tindakan internasional segera, khususnya memperingatkan ancaman Israel melakukan serangan terhadap Rafah di Jalur Gaza Selatan, 3 hari yang lalu. 

“Didorong oleh kelumpuhan DK PBB yang terus berlanjut dan perlindungan yang diberikan oleh beberapa anggota tetapnya, Israel telah melancarkan ancaman invasi ke Rafah, menewaskan lebih dari 164 orang dan melukai ratusan lainnya dalam kurun waktu 2 hari ini," lanjutnya di surat tersebut. 

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa di antara korban yang tewas di Rafah adalah bayi yang baru lahir, dan dalam beberapa bulan terakhir seluruh keberadaan warga Gaza dijalani di tengah genosida, teror, trauma, kelaparan dan kesengsaraan yang ditimbulkan oleh Israel. 

Seperti diketahui, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa militer negaranya telah menerima perintah untuk mempersiapkan dimulainya pertempuran di Kota Rafah di perbatasan Jalur Gaza dengan Mesir, sejak 7 Februari 2024.

Dia menginstruksikan tentaranya untuk menyiapkan rencana mengevakuasi warga sipil Gaza dan melenyapkan empat batalyon Hamas Palestina yang tersisa di kota tersebut, 2 hari kemudian. 

Media Arab melaporkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah melancarkan serangan besar-besaran di Rafah, kemarin, Senin (12/2/2024). 

Menurut saluran TV Al Mayadeen, sedikitnya 100 orang menjadi korban pemboman tersebut dan lebih dari 230 orang luka-luka di Rafah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Erta Darwati
Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper