Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Joe Biden Dorong Gencatan Senjata Israel-Hamas Enam Pekan

Presiden AS Joe Biden mendorong Israel dan Hamas melakukan gencatan senjata selama enam pekan .
Presiden AS Joe Biden berjalan di halaman Selatan Gedung Putih sebelum menaiki Marine One di Washington, DC, AS, pada Selasa, (14/11/2023). / Bloomberg
Presiden AS Joe Biden berjalan di halaman Selatan Gedung Putih sebelum menaiki Marine One di Washington, DC, AS, pada Selasa, (14/11/2023). / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendorong agar Israel dan Hamas melakukan gencatan senjata selama enam pekan dalam peperangan di Gaza.

Mengutip ReutersSelasa (13/2/2024), dorongan ini diungkapkan saat Biden berdiskusi dengan Raja Yordania Abdullah. Topik pembicaraan ini mencakup ancaman serangan darat Israel di Gaza selatan dan ancaman bencana kemanusiaan di kalangan warga sipil Palestina.  

Biden, yang semakin frustrasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena tidak mendengarkan nasihatnya, mengatakan bahwa AS sedang bekerja dengan sekutu di wilayah tersebut untuk mencapai kesepakatan menghentikan pertempuran agar sandera Gaza dibebaskan dan aliran bantuan kemanusiaan meningkat.

Kesepakatan itu akan dimulai dengan jeda pertempuran setidaknya enam pekan. Biden menuturkan bahwa momen tersebut dapat digunakan untuk meluangkan waktu, untuk membangun sesuatu yang lebih tahan lama. 

Abdullah juga menyerukan gencatan senjata yang luas dan mengatakan tidak bisa berdiam diri dan membiarkannya lebih lanjut. 

"Kita membutuhkan gencatan senjata yang berlangsung lama sekarang. Perang ini harus berakhir,” terangnya. 

Untuk diketahui, pertemuan ini terjadi ketika Biden semakin vokal dalam tuntutannya agar Israel tidak melakukan serangan darat di kota selatan Gaza, Rafah, tanpa rencana untuk melindungi warga sipil Palestina.

Biden berbicara dengan Netanyahu pada hari Minggu (11/2), dan Gedung Putih mengatakan bahwa Biden menekankan operasi militer di Rafah tidak boleh dilanjutkan tanpa rencana yang kredibel, dan dapat dilaksanakan untuk menjamin keselamatan dan dukungan bagi lebih dari satu juta orang yang berlindung di sana.

Abdullah juga berpartisipasi dalam menerjunkan bantuan kemanusiaan ke Gaza sebelum memulai tur ke ibu kota negara-negara Barat. Langkah ini menyoroti kerajaannya untuk mendorong Israel agar berhenti,  membatasi upaya menangkal penyakit dan kelaparan di wilayah tersebut.

Tim Biden juga telah berusaha untuk menegosiasikan jeda dalam pertempuran, untuk memastikan pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas. 

Pejabat kesehatan Palestina memperkirakan bahwa lebih dari 28.000 orang di Gaza telah tewas dalam serangan Israel terhadap pejuang Hamas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper