Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Serangan Israel Sebagai Genosida

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menekankan bahwa serangan Israel terhadap Palestina sudah tak dapat diangga
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin melakukan kunjungan ke Kantor Perwakilan Lembaga Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) di Shanghai, China, Senin (17/9/2023). JIBI/Bisnis-Akbar Evandio
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin melakukan kunjungan ke Kantor Perwakilan Lembaga Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) di Shanghai, China, Senin (17/9/2023). JIBI/Bisnis-Akbar Evandio

Bisnis.com, PANGKALAN BUN – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan bahwa serangan Israel terhadap Palestina sudah tak dapat dianggap sebagai tindakan membela diri tetapi masuk ke dalam aksi genosida atau pembantaian.

Orang nomor dua di Indonesia itu pun menuturkan bahwa konflik Israel-Palestina telah menjadi perhatian serius negara-negara di berbagai belahan dunia yang sepakat menyerukan untuk menghentikan konflik berdarah tersebut.

“Dunia menganggap tindakan membela diri [Israel] itu sudah bukan membela diri lagi. Sudah melakukan pembantaian, genosida itu, itu disuarakan oleh Indonesia bersama Negara-negara lain,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Rabu (25/10/2023).

Di sisi lain, Wapres Ke-13 RI itu menekankan bahwa Indonesia akan terus menjadi garda terdepan dalam membantu dan memberikan bantuan kemanusiaan yang juga menjadi komitmen seluruh bangsa.

Menurutnya tindakan kemanusiaan itu terus dilakukan Indonesia di berbagai situasi yang terbatas hanya di Palestina, sebab dia menyakini Tanah Air akan menyampaikan bantuan baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat apabila terjadinya konflik.

“Bahkan juga ada kiriman bantuan yang berupa kain kafan, yang meninggal selain juga tentu pangan yang paling, saya lihat yang paling dibutuhkan makanan ya karena mereka tidak bisa bekerja, tidak bisa tentu dan lain-lain,” imbuhnya.

Kendati demikian, dia mengamini terdapat sejumlah tantangan dalam mengirimkan bantuan kemanusiaan ke daerah konflik, termasuk Israel-Palestina.

Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia itu menegaskan bahwa selama ini terdapat banyak kiriman yang datang terutama melalui Kairo, Mesir yang diharapkan tidak ada hambatan apabila dikirimkan melalui Negara tersebut.

Penyebabnya, dia menjelaskan banyak kiriman tetapi kemudian terhalang oleh semacam penjagaan dan setiap bantuan kemanusiaan tidak diberikan keleluasaan untuk mengirim ke wilayah yang ditujuh.

“Kadang hanya boleh kalau jumlahnya sekian ton, puluh ton, padahal membutuhkan ratusan ton, ini diperjuangkan supaya bisa dibuka dan lebih jauh supaya penyerangan Israel dihentikan,” ucapnya.

Oleh sebab itu, Ma’ruf Amin berharap agar perang Israel - Palestina yang baru-baru ini telah menyebabkan ribuan korban jiwa segera dihentikan.

Menurutnya, konflik Israel-Palestina harus diselesaikan secara tuntas sesuai parameter yang disepakati Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yakni melalui Two State Solution.

“Ini karena memang ya sumbernya Israel yang masih menguasai Palestina. Sehingga agar putusan PBB untuk dijadikan solusi untuk two state of solution berjalan. Karena masalahnya bukan hanya di dunia arab tetapi memang di forum PBB sehingga keputusan yang ada belum bisa dieksekusi. Sehingga kalau kita bisa mengembalikan kepada two state solution mungkin bisa selesai,” pungkas Ma’ruf.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akbar Evandio
Editor : Muhammad Ridwan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper